Dunia dengan Tuhan, tanpa Agama
Sejak zaman dahulu hingga kini masih saja hal ini menjadi persoalan bagi banyak orang. Para pemeluk agama mengklaim bahwa agamanya paling benar dan menjelekkan agama lain. Mereka mengatakan bahwa Tuhan agama yg satu beda dengan agama lain, ajarannya pun berbeda, dan umat agama lain dianggap kafir. Sampai kapan hal ini harus terjadi?
Mereka lupa bahwa lebih penting membawa damai dan persatuan daripada mempersoalkan Tuhan dan ajaran. Hingga mereka pun tak sadar justru mengkafirkan diri demi membela agama. Padahal agama mana pun mengajarkan untuk tidak menyembah berhala. Karenanya bukankah yg seharusnya disembah adalah Tuhan dan bukan agamanya?
Satu hal yg cukup menarik saya temukan tadi malam. Saya mencoba mencari referensi dari 3 agama terbesar di Dunia: Yahudi, Kristen, dan Islam. Satu ramalan tentang akhir zaman cukup menarik untuk dibahas.
Umat Yahudi
Umat Yahudi menyebutkan tentang kedatangan mesias, orang (bukan Tuhan) yg akan membawa umat Yahudi kepada suatu masa kejayaan. Mesias akan mengembalikan umat Yahudi di pengungsian, membangun Yerusalem baru, membangun kembali Kuil Suci (yg dihancurkan pada tahun 70). Mesias ini adalah seorang yg karismatik dan sangat brilian sehingga di zamannya tidak ada lagi dosa dan dia berasal dari keturunan Raja Daud. Mesias ini dipercaya akan datang ketika dunia benar2 sudah sangat jahat atau sebaliknya, sangat baik.
Sekadar catatan tambahan: Umat Yahudi tidak mengakui Yesus sebagai mesias.
Umat Kristen
Umat Kristen percaya akan kedatangan kembali Yesus ke dunia dengan cara yg sama dengan kenaikannya. Dikatakan bahwa Anak Manusia akan mengadili orang yang hidup dan mati dan kerajaan-Nya tak akan berakhir. Ketika masa pemerintahan-Nya kejahatan akan musnah. Namun sebelum semuanya itu terjadi akan ada kesengsaraan, perang, dan bencana di mana2.
Umat Islam
Umat Islam percaya dengan ramalan akan datangnya Imam Mahdi yang memerintah selama 7 tahun dan membawa kejayaan kepada Islam. Imam Mahdi ini akan mendahului kedatangan Isa putra Maryam ke dunia. Dikatakan bahwa Imam Mahdi ini berasal dari garis keturunan nabi Muhammad SAW dari keturunan Fatima ra. Selama masa pemerintahannya kedamaian akan meliputi Bumi.
Sekadar Berandai-andai
Mungkinkah sebenarnya yg dimaksud mesias Yahudi itu adalah Imam Mahdi dalam Islam, di mana pemimpin terakhirnya adalah Yesus Kristus? Bagaimana pun ramalan tentang akhir zaman ketiga agama ini mengarah pada kesimpulan di mana dikatakan agamanya akan mengalami kejayaan.
Coba kita lihat, apakah mungkin bahwa Yahudi, Kristen, dan Islam mengalami kejayaan pada masa yg sama? Bersama dengan umat agama lain yg juga menang? Tampak mustahil bagi kita manusia, tapi tak ada yg mustahil di mata Yahwe, Allah Bapa, Allah SWT atau apa pun sebutan kita. Mungkin saja kita akan mengarah pada suatu masa pemerintahan surgawi yg sangat damai di mana semua orang beriman pada Tuhan dan tidak memerlukan agama karena hati nuraninya sudah bisa membimbingnya menuju kebenaran?
Salam Damai
July 9th, 2007 at 2:38 am
Hatur nuhun, saya bukan org yg pandai dan ahli soal agama. Ada dua golongan agama besar yg saya kenal di negeri tercinta kita. Pertama, golongan agama theistik (Islam, Nasrani, Hindu) dan non-theistik (Buddhisme). Saya lebih cenderung mengatakan kalau agama hanyalah sebagai pranata dalam perjalanan hidup seseorang. Bagi kaum theistik, anda meminta, maka ada bantuan (sekiranya demikianlah yg tertulis dalam kitab suci). Bagi non-theistik, segala sesuatu yg kita rasakan baik indah maupun buruk, adalah hasil dari apa yg telah kita perbuat (apa yg kita perbuat akan mengakibatkan sesuatu bagi si pembuat perbuatan itu). Yang mengkhawatirkan, umat theistik terkadang lupa diri, sehingga menyalahkan junjungannya dikala ditimpa musibah, atau terkadang menganggap itu sebagai cobaan dari-Nya. Alih-alih menyalahkan yang di atas (Nya), umat non-theistik bercermin pada diri sendiri, apakah yg telah diperbuatnya telah layak dikatakan benar dalam perspektif yg begitu relatif. Namun apapun yg kita yakini, yakinlah bahwa:
1) perbanyak perbuatan baik, kurangi perbuatan jahat,
2) sucikan hati dan pikiran
3) toleransi pada umat beragama lain dan tidak menyebarkan fitnah yang menyudutkan paham lainnya.
Itu saja sudah cukup untuk menjaga keharmonisan dunia ini.
suray,
http://surayblog.blogspot.com
July 11th, 2007 at 5:31 am
hmmm… iya juga sih. yah… emang nih posting cuma ngebahas yg theistik doang sih, kapan2 eike bikin yg non-theistik juga deh
July 20th, 2007 at 6:24 pm
Dear Mas Adi..
anda berpikiran sama dengan saya…
Yang penting damai aja deh.. kalo berdebat mengenai agama lalu berujung dengan anarkis.. sungguh menyedihkan..
apa lagi dalam 1 agama.. duh duh duh.. memang manusia..