Photography, Drawing & Painting in my life

Terjemahannya: Fotografi, Menggambar, & Melukis dalam hidupku. Sudah sejak lama banyak orang yg mengenalku sebagai Adi si fotografer, cukup banyak juga yg mengenalku sebagai Adi si tukang gambar, dan hampir tidak ada yg menyebutku sebagai Adi si pelukis. Kali ini aku mau cerita sedikit tentang ketiga hal ini dalam hidupku.

Sebenernya menggambar adalah hobiku yg paling utama sepanjang awal hidupku. Ketika TK aku pernah bercita2 jadi pelukis. Tokh banyak di antara karyaku ketika awal2 SD yg dapat pujian entah itu dari ortu, sodara, guru, teman, atau yg lain.

Pada akhirnya semua pujian itu mengantarkanku kepada prestasi juara 3 lomba menggambar tingkat SD seprovinsi Timor Timur (waktu SD aku di Timor Timur). Ini terjadi ketika aku masih kelas 2 SD dan berhasil mengalahkan pesaingku yg kelas 6 SD. Kalo sekarang aku kasih judul gambarku waktu itu pasti aku beri judul "Rusa di Taman". Karena memang hal itulah yg menginspirasiku. Ceritanya begini, sebelum mulai lomba, Mario si penjaga sekolah sempat berurusan dgn rusa yg hampir menyeruduknya di taman itu.

Ketika kelas 4 SD kembali aku menuai prestasi menjadi juara harapan 1 alias juara 4. Inilah kali pertama aku mendapat hadiah berupa uang dlm bentuk Tabungan Kesra dari Bank Danamon. Besarnya cuma Rp 30.000,- (jumlah yg setara dgn nilai sekitar Rp 200.000,- saat ini). Pertama kalinya pula di kelas 4 SD ini aku belajar utk melukis ‘oil on canvas’ atas pengaruh kakakku yg ketika itu baru aja masuk SMA kelas 1.

Sayangnya ketika kelas 6 SD aku gagal dalam lomba, tapi di tahun yg sama pula aku mulai belajar untuk motret. Mungkin karena udah ada dasar komposisi dari ngegambar dan ngelukis jadi nggak gitu susah utk belajar komposisi fotografi. Kamera pertama yg aku coba adalah kamera SLR Yashica FX-D Quartz yg smp sekarang msh sering aku pake.

Ketika SMP, minatku utk menggambar berkurang cukup drastis. Sedikit2 mulai beralih ke musik. Bagaimanapun minat berfoto mulai tumbuh. Puncaknya adalah ketika di SMU aku bisa mendapat penghasilan pertama dari memotret patung St. Fransiskus Xaverius di Katedral Jakarta.

Ketika SMU ini pula aku mulai mencoba kembali melukis di kanvas. Sayangnya produksi lukisan terakhir tercatat ketika SMU kelas 3 dan hingga kini belum ada karya baru.

Masuk kuliah di Universitas Indonesia jurusan Fisika dan kemudian Teknik Mesin mendorongku utk aktif di berbagai organisasi. Nah, di berbagai kepanitiaan organisasi inilah aku paling banyak berkiprah di bidang foto memfoto. Sehingga timbullah cap Adi si fotografer.

Kiprahku sebagai fotografer sempat hilang karena mahalnya film dan baru mulai kembali ketika akhir 2005 aku beli Canon PowerShot A510 yg tak lain tak bukan adalah pocket digital. Saat2 inilah aku mulai aktif berkarya di fotografer.net hingga pertengahan 2006.

Begitulah ceritanya. Kini, tidak banyak yg kenal aku sebagai tukang gambar karena karyaku yg lebih banyak di fotografi. Biasanya teman2ku dari masa yg lalu (masa SD) yg akan menyebutku sbg Adi si tukang gambar dan teman2ku dari masa yg sekarang yg akan menyebutku sbg Adi si fotografer.

Leave a Reply