Archive for March, 2007

Music in my life

Thursday, March 29th, 2007

Melanjutkan cerita dari blog sebelumnya. Musik adalah salah satu hal yg membuatku cukup dikenal di masyarakat. Banyak orang yg mengenalku sbg Adi si pemain biola, Adi si pemain gitar, Adi si komposer, dll. Meskipun sebutannya mungkin lebih banyak daripada yg visual art di blog sebelumnya, pada kenyataannya ketertarikan yg mendalam itu baru dimulai pada usia remaja.

Awalnya aku cukup senang dgn berbagai macam lagu game. Aku jg sering memperhatikan kakakku sebagai organis di Katedral Dili Timor Timur. Bapakku jg cukup mempengaruhi dgn berbagai lagu instrumentalnya. Hingga ketika aku kelas 6 SD aku punya kaset OST Beauty & The Beast yg membuatku mengapresiasi musik agak lebih. Ini menuntunku utk melangkahkan kaki dgn pasti ke Rossi Music dgn guru bernama Heru utk belajar gitar klasik. Inilah periode di mana aku belajar musik secara mendalam dgn not balok (bukan not angka!).

Ketertarikanku berkembang atas pengaruh seorang teman bernama Daniel Kurniatan yg mengenalkanku dgn partiturnya Richard Clayderman dan macam2 lagu klasik. Ketika SMP ini pula aku punya musik favorit dari Bon Jovi hingga Beethoven dan masih bertahan hingga sekarang. Masa ini pulalah aku mulai belajar memprogram MIDI. Aku juga mulai belajar mengaransemen lagu di mana lagu pertama yg berhasil aku aransemen cukup baik adalah Munchen Polka dgn penambahan violin.

Perkembangan selanjutnya adalah tahap kadang2 ngeband ketika masa SMU. Ketika SMU ini pula aku bergabung dgn Marching Band SMU 34 (yg kini sudah hilang) di mana aku sempat menjadi pemain trombone, tuba dan trumpet. Masa awal SMU ini pulalah aku membeli violin karena zaman itu aku ngefans sama yg namanya Vanessa Mae. Ketika SMU ini pulalah aku mulai mengkomposisi beberapa lagu dgn judul "Galaksi Andromeda" (cikal bakal "Khayalan Malam"), "Anyer at Night", "In Memoriam" (mengenang seorang teman mbak Endah) dan "Gerhana Bulan Sebagian" (cikal bakal "Purnama Digerhana" yg pada akhirnya juga ada puisinya). Pengaruh jazz dlm hidup bermusikku pun mulai tumbuh antara lain karena tantangan seorang teman bernama Zennis Arrochman yg sempet nyeletuk "kalo lo main lagu mesti baca partitur berarti lo ga bisa main jazz dong".

Bertahun2 tanpa bimbingan violin, pada akhirnya aku belajar memainkan violin ketika kuliah di Orkes Simfoni Universitas Indonesia Mahawaditra. Pelatihku adalah Kartika Widyastuti yg melarangku utk bermain gitar kalo mau jadi profesional di violin. Periode ini pula aku mulai mengenal banyak sekali komposisi pertengahan, barok, klasik, romantik, hingga modern.Pertengahan kuliah, ada pengaruh lain yg masuk. Tak lain tak bukan adalah j-rock atas jasa Felicia Mariza dan kakaknya Priscilla Epifania. Hal ini mengantarku utk kenal lebih dalam musik orkestrasi Jepang utamanya si oom Nobuo Uematsu.

Masa2 kuliah ini sempat diwarnai dgn kejenuhan bermusik hingga pada sekitar tahun 2005 aku mulai mengkomposisi beberapa lagu antara lain "Cycle of Life", "Beautiful Memories" (maksudnya utk mengenang kenangan indah di Timor Timur), dan beberapa penyempurnaan lagu lama termasuk "Khayalan Malam". Komposisiku aku akui agak terpengaruh oleh Secret Garden yg menjadi favoritku sejak pertengahan kuliah.

Tahun 2006 boleh dikata adalah tahun yg cukup berbunga utk kiprahku dlm musik. Berbunga dalam arti bukan hanya banyak karya tercipta tp jg karena siapa yg menginspirasinya yaitu kekasih tercinta Renata Widyasasanti. Pertama kalinya aku menulis komposisiku dlm bentuk partitur yaitu utk mengiringi tablo di Gereja St. Matias Cinere. Cukup banyak komposisiku di situ mulai dari "The Prelude", "The Getsemane" hingga theme song tiap karakter seperti halnya "Judas Theme Song" yg cukup menyeramkan. Penulisan lagu2 ini dgn sengaja berusaha utk melewati nada ’sa’ (nada ketujuh diturunkan setengah) pada lagu2 yg manis utk menggambarkan sumber inspirasi yg punya nama panggilan Sasa. Tahun 2006 ini pulalah aku masuk 12 besar karya komposisi lagu mars utk perayaan 200 tahun KAJ. Karya2ku pun cukup banyak di tahun ini termasuk pula "Morning Light", "Genesis", "Pure Heart", dll.

Entah kenapa, meskipun cukup baru dimulai tp justru dalam bidang musik inilah karya2ku justru cukup banyak terjadi.

Photography, Drawing & Painting in my life

Thursday, March 29th, 2007

Terjemahannya: Fotografi, Menggambar, & Melukis dalam hidupku. Sudah sejak lama banyak orang yg mengenalku sebagai Adi si fotografer, cukup banyak juga yg mengenalku sebagai Adi si tukang gambar, dan hampir tidak ada yg menyebutku sebagai Adi si pelukis. Kali ini aku mau cerita sedikit tentang ketiga hal ini dalam hidupku.

Sebenernya menggambar adalah hobiku yg paling utama sepanjang awal hidupku. Ketika TK aku pernah bercita2 jadi pelukis. Tokh banyak di antara karyaku ketika awal2 SD yg dapat pujian entah itu dari ortu, sodara, guru, teman, atau yg lain.

Pada akhirnya semua pujian itu mengantarkanku kepada prestasi juara 3 lomba menggambar tingkat SD seprovinsi Timor Timur (waktu SD aku di Timor Timur). Ini terjadi ketika aku masih kelas 2 SD dan berhasil mengalahkan pesaingku yg kelas 6 SD. Kalo sekarang aku kasih judul gambarku waktu itu pasti aku beri judul "Rusa di Taman". Karena memang hal itulah yg menginspirasiku. Ceritanya begini, sebelum mulai lomba, Mario si penjaga sekolah sempat berurusan dgn rusa yg hampir menyeruduknya di taman itu.

Ketika kelas 4 SD kembali aku menuai prestasi menjadi juara harapan 1 alias juara 4. Inilah kali pertama aku mendapat hadiah berupa uang dlm bentuk Tabungan Kesra dari Bank Danamon. Besarnya cuma Rp 30.000,- (jumlah yg setara dgn nilai sekitar Rp 200.000,- saat ini). Pertama kalinya pula di kelas 4 SD ini aku belajar utk melukis ‘oil on canvas’ atas pengaruh kakakku yg ketika itu baru aja masuk SMA kelas 1.

Sayangnya ketika kelas 6 SD aku gagal dalam lomba, tapi di tahun yg sama pula aku mulai belajar untuk motret. Mungkin karena udah ada dasar komposisi dari ngegambar dan ngelukis jadi nggak gitu susah utk belajar komposisi fotografi. Kamera pertama yg aku coba adalah kamera SLR Yashica FX-D Quartz yg smp sekarang msh sering aku pake.

Ketika SMP, minatku utk menggambar berkurang cukup drastis. Sedikit2 mulai beralih ke musik. Bagaimanapun minat berfoto mulai tumbuh. Puncaknya adalah ketika di SMU aku bisa mendapat penghasilan pertama dari memotret patung St. Fransiskus Xaverius di Katedral Jakarta.

Ketika SMU ini pula aku mulai mencoba kembali melukis di kanvas. Sayangnya produksi lukisan terakhir tercatat ketika SMU kelas 3 dan hingga kini belum ada karya baru.

Masuk kuliah di Universitas Indonesia jurusan Fisika dan kemudian Teknik Mesin mendorongku utk aktif di berbagai organisasi. Nah, di berbagai kepanitiaan organisasi inilah aku paling banyak berkiprah di bidang foto memfoto. Sehingga timbullah cap Adi si fotografer.

Kiprahku sebagai fotografer sempat hilang karena mahalnya film dan baru mulai kembali ketika akhir 2005 aku beli Canon PowerShot A510 yg tak lain tak bukan adalah pocket digital. Saat2 inilah aku mulai aktif berkarya di fotografer.net hingga pertengahan 2006.

Begitulah ceritanya. Kini, tidak banyak yg kenal aku sebagai tukang gambar karena karyaku yg lebih banyak di fotografi. Biasanya teman2ku dari masa yg lalu (masa SD) yg akan menyebutku sbg Adi si tukang gambar dan teman2ku dari masa yg sekarang yg akan menyebutku sbg Adi si fotografer.

Belajar Ngelukis Lagi

Thursday, March 8th, 2007

Setelah sekian tahun lebih banyak berkutat dengan kegiatan mencari duit, foto2 dan musik sekadar iseng (meski iseng tapi sempet masuk 12 besar lomba cipta lagu mars juga hehehe…), baru2 ini aku terinspirasi untuk mencoba kembali melukis. Sekadar catatan, lukisanku terakhir berjudul "Dawn" dibuat tahun 2000 sebelum masuk kuliah.

Inspirasinya dateng dari mana? Asal muasal ceritanya sih dari rasa penasaran soal mitologi Yunani, maka dicarilah di internet soal dewa-dewinya. Yg ketemu adalah foto patung & lukisan. Lantas teringatlah aku akan gambar2 yg pernah dibahas sama Sasa, soal imajinasi zodiak.

Pencarian berlanjut kepada nama2 berikut: Boris Vallejo & Kagaya Yutaka yg pada akhirnya berlanjut ke nama lain lagi: Luis Royo & Frank Frazetta. Nah… gambar2nya itu loh… KEREN!!! Oh ya… tp aku bilang kerennya bukan karena banyak nude art loh ya. Nude art tp kalo ngegambarnya asal2an jelek juga kali!!! Tapi yg jelas begitu ngeliat pikiran pertama yg muncul adalah… kapan ya gue bisa ngegambar sebagus gini? Komposisinya, warnanya, strukturnya, dll.

Yah… sekianlah blog curhat kali ini