Archive for December, 2006

Mengampuni gaya Xanana Gusmao

Friday, December 15th, 2006

Semalam (Kamis, 14 Des 2006) Kay Rala Xanana Gusmao yg presiden pertama Republica Democratica Timor Leste (RDTL) diwawancara di Kick Andy, Metro TV.

Xanana Gusmao yg aslinya bernama Jose Alexandre Gusmao ini dulunya memang orang yg paling dicari pemerintah Indonesia. Saya ingat ketika masih SD tinggal di Dili, Timor Timur (masih Indonesia waktu itu), setiap kali ada berita tentang Xanana tampaknya orang ini sangat berbahaya. Setelah akhirnya tertangkap tahun 1992 di Lahane lalu diadili persis di belakang rumah saya waktu itu dan diputuskan masuk LP Cipinang, rasanya orang berbahaya ini sudah lebih baik.

Namun pada nyatanya, orang yg waktu kecil saya anggap berbahaya ini adalah orang yg cinta damai. Tampak jelas dari raut wajahnya ketika berkali2 melihatnya di media apalagi waktu semalam di Metro TV.

Ada hal2 yg baru saya sadari semalam, yaitu mengenai sikapnya yg benar2 patut dicontoh. Dia memang tahu diri, membangun istana presidennya di "Istana Abu", sebuah kantor presiden reyot yg menggambarkan kemiskinan rakyatnya namun tetap bangga akan negrinya (bandingkan coba dengan Istana Negara RI yg mewahnya amit2 itu sementara rakyatnya banyak yg miskin). Selama ini saya kira istana presidennya itu di bekas istana gubernur yg dulu (yg mana memang keren), tapi ternyata tidak.

Satu hal yg sangat luar biasa dari diri Xanana Gusmao adalah pemaafannya. Selama 17 tahun bergerilya ia bencinya luar biasa terhadap Indonesia. Namun setelah kemerdekaan Timor Leste, ia merangkul, memeluk, semua orang yg pernah menjadi rivalnya, contohlah Eurico Guterres yg memimpin tentara pro integrasi, orang yg menyerahkannya ke pemerintah RI, presiden SBY (yg waktu zaman integrasi Tim2 jadi pimpinan tentara di Tim2 juga), dan masih banyak lagi. Memang benar2 luar biasa, suatu kebencian luar biasa yg bisa dieliminasi jadi pengampunan luar biasa demi kedamaian kedua negara.

Salam salut untuk Xanana Gusmao!

Yesus tidak lahir pada 25 Desember

Saturday, December 9th, 2006

Sebentar lagi 25 Desember tiba. Banyak sekali orang bersiap untuk merayakan sebuah hari raya yang jatuh pada tanggal itu. Hari raya apakah itu? Mudah saja kita sebut Natal. Perayaan apakah itu? Perayaan itu adalah perayaan di mana Jesus Christ, Yesus Kristus, Isa Al Masih, Ihsous Christos, Yeshua HaMasiach, atau apa pun versi namaNya terlahir ke dunia.

Apakah Yesus benar-benar lahir 25 Desember? Tak seorang pun tahu, tapi ada kejanggalan jika Yesus benar-benar lahir tanggal itu. Bagaimana mungkin gembala-gembala menjaga ternaknya di malam hari dan hari itu musim dingin? Bahkan untuk ukuran Puncak Pass Bogor malam hari dinginnya sudah menusuk tulang lah ini malam musim dingin? Nah, itu dia. Sesungguhnya 25 Desember memang aslinya bukan hari lahir Yesus. Lalu koq bisa?

Sejarah menunjukkan bahwa ketika masa awal abad berdasarkan hitung Tarikh Umum (Common Era atau Masehi atau A.D.=Anno Domine), masyarakat Romawi merayakan Saturnalia antara 17-24 Desember tiap tahunnya dengan berhura-hura. Saturnalia sendiri adalah perayaan dewa pertanian Saturnus. 25 Desember di mana siang mulai lebih panjang daripada hari-hari sebelumnya dirayakan sebagai hari lahir Mithras yg merupakan dewa matahari (aslinya dewa orang Persia) atau dalam versi lain adalah lahirnya Sol Invictus (matahari yg tak terkalahkan).

Meski rakyat Romawi mulai memeluk Kristen pada abad-abad awal mengikuti pembaptisan Kaisar Konstantin, namun banyak di antara mereka yg masih menerapkan perayaan dewa matahari ini. Karenanya sejak abad ke-4 para petinggi Gereja mulai mempopulerkan 25 Desember sebagai hari lahir Yesus. Tujuan utamanya adalah menggusur praktek berhala. Tokh filosofinya mirip, matahari adalah terang dunia, Yesus pun terang bagi dunia.

Sekalipun Yesus tidak lahir pada 25 Desember namun satu poin penting bahwa Ia pernah ada di Bumi seperti halnya Musa dan Muhammad.

Selamat Natal bagi yg merayakan! :)

Antara Pemikiran dan Realita

Monday, December 4th, 2006

Setiap hari kita senantiasa menggunakan otak kita. Untuk apa? Untuk berpikir sodara2! Berbagai pemikiran muncul dari yg sederhana hingga yg paling rumit sekalipun. Pemikiran akan suatu masalah, suatu solusi masalah, ketakutan, keberanian, keputusan, dan sebagainya.

Permasalahan yg timbul adalah jika tidak berhati2, adalah pemikiran yg berupa ilusi. Ilusi yg tentunya sudah barang tentu menutupi realita yg ada. Akibat yg ada adalah biasanya ketersesatan hidup akibat ilusi pemikiran tersebut. Ilusi, ilusi, dan ilusi. Demikianlah yg cukup sering muncul dalam kehidupan sehari2.

Contoh pertama, seseorang mengatakan bahwa sekalipun banyak yg menentang idenya namun banyak juga yg setuju akan idenya dan diyakini idenya tidak akan menyakiti hati banyak orang. Itu adalah pemikirannya. Namun, apabila kita benar2 melakukan perhitungan secara statistik dari semua populasi yg ada belum tentu pemikirannya itu diterima secara mayoritas.

Contoh kedua, setelah menonton sebuah film kisah cinta segitiga yg menceritakan bahwa sang gadis yg mantan pacar seorang jejaka sakit hati direbut oleh seorang gadis lainnya, ada seorang gadis yg terinspirasi akan hal tsb. dan meyakini bahwa mantan pacar dari pacarnya yg sekarang sakit hati olehnya padahal dia belum pernah ketemu si mantan pacar tsb. Belum tentu sang mantan pacar sakit hati.

Contoh ketiga, menurut seorang ahli sipil bahan temuan terbarunya dipastikan akan kuat untuk bangunan 100 lantai. Ia sudah mengkalkulasi sedemikian rupa dan menurut hitung2an di atas kertas, perhitungannya adalah benar. Yg jadi masalah tinggal satu, bahan itu belum dicoba di laboratorium untuk diuji kebenarannya.

Ilusi, ilusi, dan ilusi. Hati2lah terhadapnya.