Tuhan tidak akan menolong dirimu?
Waduh… ekstrim banget yah judul blog ini? Tapi sepertinya itulah kenyataan yg terjadi: Tuhan tidak akan menolong dirimu, itu adalah benar jika kamu tidak menolong dirimu terlebih dahulu. Tuhan menciptakan kita bukan untuk bermanja-manja kepada-Nya.
Adalah hal yg sangat bodoh ketika kita berdoa mohon sesuatu tapi kita tidak mengusahakannya dan hanya duduk diam membisu. Makanya, adalah lebih baik kita berdoa untuk mohon pertolongan tapi di luar itu kita pun menolong diri sendiri.
Menurut pemahamanku, Tuhan ada di alam (bukan di atas! - baca blog sebelum ini) dan memang dari apa yg kupelajari selama bertahun-tahun dalam berbagai ilmu pengetahuan alam dan eksakta, alam itu kejam. Ia bisa secara tiba-tiba membumihanguskan dan membuat punah dinosaurus 65 juta tahun yg lalu lewat karya ciptaan-Nya (boleh kan dibilang gitu?), meteor raksasa. Tapi bayangkan jika dinosaurus itu punya teknologi untuk menghancurkan meteor tersebut sebelum sampai ke Bumi, maka mereka akan selamat. Karenanya, jika dinosaurus itu sanggup menolong mereka sendiri, Tuhan pun akan menolong mereka.
Satu hal lagi yg bisa disimpulkan, takdir itu sifatnya surat menyurat dan merupakan kerjasama antara Tuhan dan ciptaan-Nya.
October 3rd, 2006 at 8:13 am
Hai, salam kenal dari saya. Kalo boleh sedikit berpendapat, menurut saya takdir tidaklah merupakan “kerjasama” antara Tuhan dan ciptaanNya. Takdir lebih dipakai sebagai istilah untuk hal-hal yang sudah “digariskan”, misalnya kita lahir di mana, kapan, dari orang tua siapa, dari ras apa, dll. Untuk hal-hal yang lain, memang manusia diberi kemampuan dan akal budi untuk berusaha dan mengupayakan sesuatu dalam hidupnya. Tapi perlu diingat bahwa tetap ada yang namanya “campur tangan Tuhan” dalam kehidupan manusia. Tetap ada batas-batas tertentu yang merupakan “wewenang Tuhan” yang berada di luar akal, pikiran dan kemampuan manusia.
Salam,
*yudi*
October 3rd, 2006 at 12:04 pm
Berarti kesimpulannya tetep kerjasama antara manusia & Tuhan kan?