Archive for September, 2006

Tuhan & Kosmologi

Saturday, September 30th, 2006

Apakah Tuhan itu ada? Jawabnya: "who knows?". Kita hidup karena kita hidup dan kita hidup di suatu tempat bernama Bumi. Bumi ada karena Bumi ada dan Bumi adalah salah satu planet di Tata Surya. Tata Surya Matahari adalah salah satu di antara tata surya lain di Galaksi Bima Sakti. Galaksi Bima Sakti adalah salah satu galaksi di Alam Semesta. Lalu, dari manakah alam semesta berasal?

Jauh dari zaman dahulu kita kenal berbagai mitologi penciptaan termasuk mitologi yg termuat dalam kitab suci ketiga agama samawi: Yahudi, Kristen, dan Islam. Kisah penciptaan dalam Yahudi dimulai dengan firman Tuhan: "Jadilah terang", dan seterusnya hingga manusia pertama tercipta, Adam & Hawa.

Apa yg didapat para ilmuwan dari pasca abad pertengahan? Tampak-tampaknya alam semesta baik baik aja tuh, tidak bergerak dan statis. Satu hal yg agak kurang masuk akal ketika Isaac Newton merumuskan teori gravitasinya karena harusnya semua bintang dan planet akan saling mendekat satu sama lain. Albert Einstein pun sempat memasukkan sebuah konstanta dalam teori tentang alam semestanya, demi menjaga agar alam semesta bisa tetap statis.

Permasalahannya, kalau alam semesta statis, berarti alam semesta sudah ada dari dulunya. Satu kesimpulan yg cukup masuk akal dari pernyataan barusan adalah: tidak ada tempat bagi Tuhan untuk mencipta! Cukup masuk akal mengingat setiap hari kita lihat ada manusia baru lahir atau manusia lama mati, dan hal itu berlangsung terus menerus dalam suatu siklus yg tampaknya tidak akan berakhir atau pun tidak punya awal.

Lalu, di manakah yg namanya awal dan akhir? Kesimpulan sementara adalah: tidak ada. Jika dikatakan Tuhan adalah awal (yg menciptakan) dan akhir (yg mengkiamatkan), maka kesimpulan dari pernyataan barusan adalah bahwa Tuhan itu: tidak ada???

Nah, perkembangan baru muncul pada awal abad ke-20 ketika Edwin Hubble mencoba mengamati galaksi-galaksi yg jauh. Ia mengamati bahwa spektrumnya bergeser ke arah warna merah. Ini dikenal sebagai redshift. Maksudnya apa? Seperti mobil ambulans yg mendekati kita dgn nada frekuensi tinggi, ketika melewati kita suara sirenenya akan terdengar dgn nada frekuensi rendah. Begitu pula yg terjadi dgn cahaya. Semakin cepat ambulans tadi semakin rendah nada sirenenya.

Semakin jauh galaksinya, semakin besar redshiftnya. Hal ini berarti galaksi-galaksi tsb bergeser semakin cepat jika semakin jauh. Hal ini berarti satu hal: alam semesta mengembang! Dan Einstein pun mencopot konstanta yg tadi disebut di atas.

Kalau alam semesta mengembang, maka harusnya ada awalnya dong! Itulah dia saat yg disebut big bang. Awalnya berasal dari suatu singularitas dan bukan tidak mungkin akan berakhir dengan singularitas.

Kalau dihubungkan dengan Tuhan? Mungkin Tuhan itu ada di sana… dalam singularitas tak berhingga di awal dan di akhir, dan kalau dikatakan Tuhan selalu beserta mungkin karena memang Tuhan itu adalah alam semesta dan berarti kita pun termasuk dalam Tuhan.

Tuhan tidak akan menolong dirimu?

Saturday, September 30th, 2006

Waduh… ekstrim banget yah judul blog ini? Tapi sepertinya itulah kenyataan yg terjadi: Tuhan tidak akan menolong dirimu, itu adalah benar jika kamu tidak menolong dirimu terlebih dahulu. Tuhan menciptakan kita bukan untuk bermanja-manja kepada-Nya.

Adalah hal yg sangat bodoh ketika kita berdoa mohon sesuatu tapi kita tidak mengusahakannya dan hanya duduk diam membisu. Makanya, adalah lebih baik kita berdoa untuk mohon pertolongan tapi di luar itu kita pun menolong diri sendiri.

Menurut pemahamanku, Tuhan ada di alam (bukan di atas! - baca blog sebelum ini) dan memang dari apa yg kupelajari selama bertahun-tahun dalam berbagai ilmu pengetahuan alam dan eksakta, alam itu kejam. Ia bisa secara tiba-tiba membumihanguskan dan membuat punah dinosaurus 65 juta tahun yg lalu lewat karya ciptaan-Nya (boleh kan dibilang gitu?), meteor raksasa. Tapi bayangkan jika dinosaurus itu punya teknologi untuk menghancurkan meteor tersebut sebelum sampai ke Bumi, maka mereka akan selamat. Karenanya, jika dinosaurus itu sanggup menolong mereka sendiri, Tuhan pun akan menolong mereka.

Satu hal lagi yg bisa disimpulkan, takdir itu sifatnya surat menyurat dan merupakan kerjasama antara Tuhan dan ciptaan-Nya.

Equinox

Saturday, September 23rd, 2006

Hari ini (23 September 2006) adalah saat Matahari berada persis di atas garis khatulistiwa. Jika kita berada persis di garis khatulistiwa maka beberapa hari ini akan nampak Matahari yg terbit persis di Timur dan terbenam persis di Barat.

Bagi wilayah Indonesia, equinox ini juga menandakan awal daripada musim hujan.

Selamat Hari Equinox

*thx to Mr. Mutoha MMC dari Jogja Astro Club (JAC)

more info pls open: http://en.wikipedia.org/wiki/Equinox

Give Thanks (ah… yg bener???)

Monday, September 18th, 2006

Give Thanks

Give thanks, with a grateful heart

Give thanks, to the Holy One

Give thanks, because He’s given Jesus Christ, His Son

Give thanks, with a grateful heart

Give thanks, to the Holy One

Give thanks, because He’s given Jesus Christ, His Son

And now,

let the weak say, "I am strong!"

let the poor say, "I am rich!"

because of what the Lord has done for us

And now,

let the weak say, "I am strong!"

let the poor say, "I am rich!"

because of what the Lord has done for us

Lagu tersebut memang lagu Gereja yg menurutku termasuk yg paling menyentuh artinya. Biasa dinyanyikan oleh berbagai paduan suara Gereja dengan cantiknya. Bahkan sudah diaransemen ulang berkali-kali agar lagu ini bisa didengar lebih indah lagi, dan benar-benar bisa jadi ungkapan iman.

TAPI…

Terilhami oleh kejadian kemarin siang ketika makan soto di sebuah warung tak jauh dari Gereja tempat biasa aku mendengar ‘Give Thanks’ dinyanyikan. Warung tersebut sederhana sekali, dengan satu keluarga tinggal di dalamnya. Tampaknya setiap harinya mereka melakukan aktivitas di situ termasuk cuci, tidur, dsb.

Hampir selisih seminggu, aku makan siang di restoran yg boleh dibilang cukup mewah di Kota Cilegon. Sebuah restoran yg secara normal dikunjungi para ekspatriat di kota tsb.

Sebuah pertanyaan lantas timbul, benarkah lirik lagu tersebut dilaksanakan? Kita mungkin memang Give Thanks, tapi lihatlah bahwa masih banyak saudara-saudara kita yg beneran weak, poor, dan mereka ndak bisa ngomong "I am strong!" atau "I am rich!". Mereka paling bilang, "mau makan sehari-hari aja susah…"

Pun kita ingat lemah itu tidak hanya berarti tidak punya kekuatan, bisa jadi lemah mental, lemah pikiran, kurang pengetahuan.

Sementara… kita-kita yg menyanyikan Give Thanks itu cukup banyak yg punya kelebihan dibanding sodara-sodara tsb di atas itu.

Apa yg tertulis di Give Thanks itu seharusnya bukan menjadi tugas Tuhan yg disebut-sebut dalam liriknya. Namun seharusnya kitalah yg menyanyikan dan mendengarkan Give Thanks itu dengan bisa bermurah hati mengangkat sodara-sodara kita yg berkekurangan, sehingga mereka benar-benar bisa berkata "Saya kuat!" dan "Saya kaya!"

* Kenapa yg diulas Give Thanks? Karena selama beberapa hari ini bongkar-bongkar kamar dan ketemu partiturnya…

Xena (2003UB313) got its official name: Eris

Sunday, September 17th, 2006

After waiting so long, the largest known dwarf planet in our solar system that previously named 2003UB313 and unofficially called as ‘Xena’ by its discoverer, Mike Brown, Chad Trujillo, and David Rabinowitz has already got its official name. By September 13th, 2006 2003UB313 named as 136199Eris.

Eris, according to Greek mythology is a Goddess. She is personification of strife and discord.

Complete information can be found at Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/136199_Eris

Tuhan ada di atas???

Thursday, September 14th, 2006

Sudah sekian lama, mungkin malah sejak peradaban manusia lahir ke Bumi, kita mengatakan bahwa Sang Pencipta, yg lebih kita kenal sebagai Tuhan, letaknya di atas. Karenanya sangat sering kita dengar perkataan "seizin Yang di Atas".

Sungguh suatu hal yg wajar mengingat keterbatasan kita yg tidak mungkin meraih atas di zaman dahulu. Sehingga sangat sering manusia membayangkan di langit yg di atas itu ada Dewa Dewi, Tuhan, dll. Bahkan diceritakan Yesus Kristus diangkat ke Surga (diangkat berarti arahnya ke atas langit kan?). Namun yg namanya atas itu sempat terraih juga sejak zaman Kosmonot Yuri Gagarin pergi ke atas Bumi yg kemudian dia protes bahwa dia tidak bertemu Tuhan di atas.

Nah, permasalahannya timbul ketika kita berada di atas Bumi. Keadaannya sangat berbeda dengan ketika kita ada persis di permukaan Bumi. Keadaan yg tanpa bobot membuat kita bingung, yg mana atas dan mana yg bawah? Ketika mendarat di Bulan, yg kita lihat malah beda lagi, Bumi ada di atas!

Jadi jelaslah yg namanya atas dan bawah itu relatif. Terjadinya ‘atas’ dan ‘bawah’ itu hanya mungkin jika dan hanya jika ada suatu hal yg bernama "gravitasi". Kenapa? Karena gravitasi selalu menarik kita ke bawah. Selalu kita dengar istilah "jatuh ke bawah", mana pernah ada "jatuh ke atas"?

Sekarang kita ingat juga istilah agamis yg mengatakan "jatuh ke dalam dosa". Lalu dikatakan pula bahwa Neraka itu ada di bawah (lha, masuk akal dong jatuh kan ke bawah). Satu permasalahan lagi muncul, karena ‘bawah’ pun relatif.

Sebelumnya kita kembali lagi ke masalah gravitasi. Bagaimana agar gravitasi itu bisa ada? Syaratnya cuma satu: BENDA BERMASSA. Menurut Newton, g=GM/r^2. Maksudnya yg namanya gravitasi itu sebanding dengan massa benda dan berbanding terbalik kuadrat dengan jarak dari si benda bermassa itu.

Kalau gitu kesimpulannya… Neraka ada di pusat benda bermassa. Yah, cukup masuk akal sih mengingat sering diistilahkan Neraka itu tempat yg sangat sesak. Lalu kita ingat lagi, bawah mutlak itu kan berarti bukan di Bumi? Matahari massanya nun jauh lebih besar daripada Bumi, mencakup 99% dari massa Tata Surya. Berarti tarikan gravitasi Matahari jauh lebih besar, Matahari itu Neraka dong? Bisa juga, mengingat katanya Neraka panas luar biasa. Tapi ingat juga bahwa ada yg nun jauh lebih panas dan bermassa dari Matahari, yaitu pusat Bima Sakti! Bima Sakti.

Yah, the truth is out there, jangan terima artikel blog ini mentah2… Tokh ini hanya iseng2 mikir koq…

*Terinspirasi dari sekadar obrolan iseng dgn Nataresmi Abd Hanan, alumni Dept. Astronomi ITB di Karawaci, 14 September 2006.

Singularity

Thursday, September 14th, 2006

I’ve changed my blog’s name to ’singularity’. What is that mean? Well, singularity is a state where everything is in a single tiny dot. In big bang theory, it is the beginning of the universe just before the big bang happenned. So, what’s the big bang? It is a theory of how our universe created.

Well, for some reason we can consider singularity as God. Why? Because everything came out from it. Everything that we now know, galaxies, stars, planets, humans, and so on. So we can conclude everything like science, technology, music, arts, etc. are the product of singularity.

That’s the philosophy of this blog’s name. Everything can come out from here, every possibilities, every thoughts, etc.

Why I changed the blog’s name to singularity with that kind of philosophy? Well, things around me become more complicated day to day. It’s time for me to set back everything, to SINGULARITY.

Mengatasi Kemiskinan di Indonesia?

Monday, September 4th, 2006

Satu berita paling gres dari Republik kita tercinta ini… Yaitu semakin bertambahnya kemiskinan di negeri yg katanya kaya raya akan sumber daya alamnya. Persisnya beritanya kaya apa mending liat koran aja deh…

Sebagian temen2 juga termasuk nih… pernah ga tuh ngalamin ikut masuk ke kontrakan sempit, rumah pinggir kali, rumah bau, aduh… banyak deh. Coba juga perhatiin cara mereka ngomong, ga tau apa2 soal dunia loh… Apa coba yg mereka harapkan? Bantuan dari orang kaya, itu satu. Dapet kerjaan, itu dua, soale mereka berpikir kalo dapet kerjaan trus digaji.

Wah, gimana yah… Kalo diliat2 sebenernya mereka semua itu termasuk dalam kesalahan sistem global Indonesia. Jarang banget yg kepikiran buat buka usaha sendiri selain kaki lima "lha wong makan aja udah sulit gimana mo mikirin yg macem2 mas", salah satu obrolan yg gue inget sama salah satu di antara mereka. Atau hal lain "udah lah mas, nggak usah ngoyo, dapet makan aja udah syukur koq".

Sementara di sisi lain ketika gue bergaul sama orang yg secara sosial ekonomi kebalikan dari mereka "Wah, seandainya kita bisa bantu mereka", itu yg bernada positif, yg bernada negatifnya "Lha ya mereka itu pemalas".

Amburadul emang yah? Kalo ngeliatin berita2 gres, salah satu solusi pemerintah adalah membina mereka menjadi calon pekerja dan menyalurkannya. Menyalurkan ke mana pak? Pengangguran di mana2 loh…

Kayanya emang nggak bisa mengharapkan pemerintah deh. Gue bermaksud melalui blog ini ngajakin temen2 yg sepikiran, terutama yg baru lulus2 itu yah… Kalo bisa sih kita mikirin gimana caranya mengatasi kemiskinan itu dengan membuka peluang kerja, mendatangkan duit dari luar negeri (bukan sebaliknya), ndak berpikir demi dirinya sendiri aja (tp jg jangan ngelupain diri sendiri coz untuk nolong orang harus bisa nolong diri sendiri dulu). Yg jadi pikiran gue sih coba yah kalo mungkin temen2 yg punya modal cukup gede kita bisa sama2 ngebikin pabrik ato apa gitu sebanyak2nya dan berbagai pelatihan utk meningkatkan kinerja mereka. Kita tetep di jalur komersial tp juga di sisi lain membantu secara semi-sosial demi mengatasi perbedaan strata sosial yg semakin lebar itu…

Partial Lunar Eclipse of Sept 7, 2006

Sunday, September 3rd, 2006

By these days, you will find that moon will become a full moon for several days ahead. Yes, it is right, we will see the full moon at September 7-8. For some reason, this time the full moon will be a special full moon. Yes, it is one of the last full moon for dry season in Indonesia, and don’t forget that an eclipse will occur at that time.

At what time will the lunar eclipse occur? Maybe that’s the first thing get out from your head. It will occur at about 6-7pm GMT, the moon will enter the umbra  (the dark shadow region) at 6:05pm GMT (or 1:05am WIB at September 8) and will leave the umbra at 7:37pm GMT (2:37am WIB September 8). For some people, they will realize that the moon will be not as bright as the usual full moon just before and after the umbral region. This is called penumbra, the brighter shadow region. The moon will enter the penumbra at 4:42pm GMT (11:42pm WIB) and leave it at 9:oopm GMT (4:ooam WIB September 8).

Not all of the people on Earth can see this Lunar Eclipse. Ony them who live in Africa to Australia can see it.

For lunar eclipse the diagram, please open:

http://sunearth.gsfc.nasa.gov/eclipse/OH/image1/LE2006Sep07-Fig4.GIF