Archive for August, 2006

8 planet di Tata Surya (Pluto bukan lagi planet)

Friday, August 25th, 2006

Setelah melalui diskusi panjang lebar plus voting, pertemuan akbar IAU (International Astronomical Union) di Prague pada 24 Agustus 2006 memutuskan bahwa Tata Surya kita punya 8 planet dan bukan lagi 9 planet atau 10 planet seperti diharapkan beberapa waktu lalu. Pluto yang menurut buku2 pelajaran dikatakan planet sekarang bukan lagi planet, begitu pula 2003UB313 yg sering disebut ‘Xena’ dan dicalonkan jadi planet ke-10 tapi akhirnya gagal. Tampaknya Mike Brown si penemu calon planet ke-10 juga agak kecewa, mungkin pula dengan alm. Percival Lowell (yg mengkalkulasi keberadaan Pluto) dan Clyde Tombaugh (penemu Pluto).

Hasil dari pertemuan tersebut mengatakan bahwa Tata Surya kita punya komposisi sebagai berikut:

8 Planet: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus

Planet Kerdil (Dwarf Planet): Ceres (ex-asteroid), Pluto, 2003UB313 (Xena?)

Benda-benda kecil (Small bodies): asteroid, komet, dll.

Laporan lengkap soal resolusinya bisa dilihat di:

http://www.iau2006.org/mirror/www.iau.org/iau0603/index.html

atau kalo susah liat blognya Vivi, anak Astro ITB:

http://simplyvie.blogs.friendster.com/my_simply_world/2006/08/iau_new_resolut.html

baca juga:

http://space.com/scienceastronomy/060824_planet_definition.html

menikah sebelum atau sesudah mapan?

Thursday, August 17th, 2006

Blog ini adalah kesimpulan dari diskusi dan pengamatan dengan cukup banyak kenalan yg sudah menikah.

Jadi begini, simpelnya ada dua pendapat:

1. "Menikah tidak harus menunggu mapan karena biasanya ada rezeki bersama."

2. "Menikah harus mapan terlebih dahulu."

Kecenderungan yg saya temukan adalah… banyak sekali orang yg percaya dengan pendapat no.1. Hal ini antara lain disebabkan katanya perintah agama (agama apa pun) terutama tentang kehidupan berkeluarga. Kenapa tidak tunggu mapan terlebih dahulu? Alasannya keburu tua.

Kenyataan yg terjadi di lapangan adalah… banyak sekali pasangan muda yg kelimpungan menghidupi keluarganya. Salah satu yg pasti membuat kelimpungan adalah bagaimana menghidupi anak-anak mereka. Bagaimanapun anak-anak itu adalah produk dari hasil keinginan untuk punya anak atau juga keinginan untuk berhubungan seksual yg berujung pada lahirnya anak karena terjadinya pembuahan secara biologis.

Jadi, bisa disimpulkan juga, pilihan no.1 bisa jadi juga adalah karena dorongan nafsu seksual yg kemudian dilegalkan dengan cara nikah. Lalu akibatnya punya anak dan ortunya kelimpungan ngurus anak. Kasihan yah anaknya?

Terus terang saya cenderung memilih no.2. Alasan-alasan kenapa demikian:

  1. Menikah itu berarti bertanggung jawab (secara finansial, sosial, idealisme, dll.) atas diri sendiri karena dengan demikian mau tak mau lepas dari orang tua.
  2. Menikah berarti bertanggung jawab penuh atas pasangan yg dinikahi karena dia pun juga lepas dari orang tua dengan demikian pula jangan menikah kalau belum keduanya bisa mandiri dan hidup lepas dari orang tua.
  3. Ketika seorang anak lahir, perlu dipikirkan kesehatannya sejak dari dalam kandungan hingga akhirnya dia bisa mandiri sekian puluh tahun kemudian.
  4. Ketika seorang anak lahir, perlu pula dipikirkan pendidikannya hingga dia bisa mandiri.
  5. Ketika berumah tangga sendiri kita juga harus berhubungan secara sosial dengan orang-orang di luar yg secara langsung tak langsung akan terkena dampak kehidupan kita yg entah baik atau pun buruk.

Karenanya, kalau mau menikah cepat harus cepat-cepat mapan terlebih dahulu :)

Sekian dari saya, sekadar berbagi pemikiran sebelum terjerumus di ladang ranjau yg sama :)

berhenti dan berpikir (tentang masa depan pribadi)

Thursday, August 17th, 2006

Terkadang kita tenggelam ke dalam berbagai rutinitas harian dan kesibukan yg merajalela yg menjauhkan diri dari segala rupa cita-cita yg ingin dicapai. Ketertenggelaman ini pun bisa jadi pula disebabkan oleh tawaran-tawaran menarik yg terjadi begitu saja dan kita terima tanpa memikirkan jauh lebih matang. Tak hanya itu, pun pula hal-hal lama yg belum terselesaikan dengan baik dan mengganggu pemikiran akan cita-cita. Begitu pula keinginan untuk bisa survive dalam finansial maupun sosial (baca: eksis) yg membuat cita-cita itu jadi terlupakan.

Sekadar introspeksi diri. Pernahkah ada waktu di mana untuk sementara kita jauhkan diri dari segala kesibukan yg ada, duduk diam, lalu memikirkan apa yg akan kita lakukan ke masa depan? Hidup itu hanya sekali, aku rasa perlu dipikirkan apa yg ingin dicapai sebelum pada akhirnya mangkat kembali ke alam pencipta sana.

Beberapa pertanyaan yg mungkin ditanyakan adalah sebagai berikut:

  1. Apa yg ingin aku perbuat untuk dunia?
  2. Apa yg ingin aku perbuat untuk negara?
  3. Apa yg ingin aku perbuat untuk lingkungan sekitar?
  4. Apa yg ingin aku perbuat untuk keluarga?
  5. Apa yg ingin aku perbuat untuk diriku sendiri?

Kemudian nilai diri sendiri dengan pertanyaan berikut:

  1. Apa saja bakat serta kelebihanku?
  2. Apa saja kelemahan serta kekuranganku?
  3. Bagaimana aku bisa memanfaatkan kelebihan dan kekuranganku itu?

Tampaknya mungkin hal-hal tersebut sepele namun percayalah bahwa untuk menjawabnya ternyata tidak semudah yg diduga. Proses dibutuhkan terus menerus hingga akhir hayat, di sinilah terletak seni pengenalan diri tersebut. Sekali waktu memang perlu untuk berhenti dan berpikir.

Cari Kerja ato Bikin Kerja?

Sunday, August 13th, 2006

Satu pertanyaan yg terus terang paling sebel kalo ngedengernya "sekarang kerja di mana?"

Yah… pertanyaannya ga salah juga sih. Cuma ya itu ya, kenapa sih demi mencari nafkah semua orang memilih untuk bekerja pada orang lain? Alasan utama kalo buat fresh graduate pasti "cari pengalaman". Kalo buat yg udah lama kerja alasannya "abis ga bisa kerja lain sih".

Hmm… gini nih, makanya di Indonesia jadi banyak pengangguran. Gimana nggak, semua orang pengen cari pekerjaan buat dapet penghasilan. Kenapa sih sedikit sekali orang pengen bikin kerja buat orang lain? Menafkahi orang gitu?

Alasan yg biasa dijawab adalah "nggak ada modal". Yaa nggak usah pake modal dari diri sendiri lah… Duit orang kan banyak, tersebar di mana2, tinggal gimana caranya tuh mindahinnya kan?

Menurutku sih yg terpenting dlm membuat kerja adalah impian. Impiannya ini bisa diturunkan menjadi visi lalu menjadi misi. Hasilnya adalah suatu program kerja yg bertarget. Cara mewujudkan target ini adalah dengan mengkoordinasi orang2 dan dengan demikian jadilah impian tsb tercapai. Inget lho, gara2 impian satu orang dunia bisa berubah. Contohlah Edison dgn bola lampunya, Bill Gates dgn Windows(coba deh berapa di antara kalian yg ngebaca yg online pake Linux? pasti kebanyakan Windows XP kan?).

Aku cuma nyebut 2 orang tadi, tp dampak 2 orang aja gedenya amit2. Bayangkan berapa banyak karyawan di General Electric atau pun Microsoft yg punya kesejahteraan di atas rata2? Bahkan CEOnya Microsoft pun bisa jadi kaya raya luar biasa sekalipun masih di bawah Bill Gates. Inget lho, gara2 2 orang aja banyak orang yg ternafkahi di sisi lain kita punya produk teknologi yg berguna.

Sekadar sharing dikitlah… Aku pribadi berencana dalam jangka panjang utk bisnis dalam bidang biofuel. Kalo ada yg berminat cari tau lebih dalem boleh aja kontak. Seenggaknya aku pengen dapet pasar 1% aja utk kebutuhan E5 & B5 se-Indonesia. Sekadar gambaran, kebutuhan fuel utk transportasi aja sekitar 12jt kiloliter per tahun. Kalo untuk bisa jadi E5 ato B5 maka berarti bisa memasok 6ribu kiloliter per tahun. Kalo harga biofuel sekitar Rp 5ribu seliter, maka pemasukan kotornya aja per tahun sebesar Rp 30M per jenis bahan bakar. Berarti Rp 60M kalo bisa menguasai sektor E dan B (kalo mo tau maksudnya kontak aja via e-mail okay?). Itu berarti sekitar Rp 2,5M per bulannya buat perusahaan. Yah… potong sini sana masuk bersih bisa dapet Rp 1M sebulanlah ya…

Nah, kalo gaji top level managementnya sekitar Rp 20jt sebulan, trus sampe semua bawahan ditotal kasar2an aja deh ya… Rp 500jt. Berarti, masih nguntung Rp 500jt sebulan. Tapi eits… duitnya jangan dipake buat beli mobil dulu ye…

Kalo Rp 0,5M sebulan berarti bisa booking Rp 1M selama 2 bulan. Itu udah cukup utk beli lisensi franchise semacem McD. Kalo kebeli dan kebuka, berarti kan buka lapangan kerjaan lagi tuh. Plus dapet income gede pula…

Olah, olah, dan olah… Selanjutnya bisa kecetak restoran baru, taman hiburan baru, studio baru, apa pun lah pokoknya… yg jelas semuanya kan perlu pekerja dan berarti bisa menghabisi pengangguran di mana2 kan?

Demikianlah ceritanya, cuma bermula dari 1%!!!

Terakhir… cita2 segede apa pun, akan sulit dicapai kalo ga ada komunikasi sama orang lain. Okelah persaingan itu tetep ada, tp alangkah baiknya kalo kita bisa kerja sama satu sama lain bahu membahu membangun. Entah bergabung jadi satu ato mendukung di luar sistem dgn menciptakan sistem sendiri.

Marilah kawan2… jangan semuanya cari kerja yah… sekali2 bikin kerja donks :)

Ketika ortu pensiun

Friday, August 11th, 2006

Blog ini ditujukan kepada teman2 yg sudah menyadari bahwa ortunya akan segera pensiun agar tidak mengulangi kesalahan yg sama.

Baru aja nih, ngobrol sama Sita di telpon. Intinya, berhubung ortu udah pensiun maka subsidi dalam berbagai hal dipotong. Sebagai ganti subsidi tersebut, wajib cari penghasilan sendiri karena dalam beberapa bulan ke depan subsidi benar-benar (sekali lagi, benar-benar) dihentikan!

Apa yg terjadi ketika subsidi tsb mulai dipotong? Yg pasti sih pertama kali akan berimbas ke gaya hidup. Lalu ke moda transportasi. Lalu ke moda konsumsi (kalo ke mana2 melewati jam lunch ato dinner sudah selayaknya dan sepantasnya makan dong, iya gak?). Masih untung kalo ada sisa tabungan. Biasanya yg terjadi tabungan kita abisin buat foya2, iya ga seh? Pengalaman pribadi nih… plus temen2 juga sih he he he.

Perihal gaya hidup. Ekses negatifnya adalah… demi mempertahankan gaya hidup yg tinggi (namanya gaya, iya ga? masa kemaren2 tampang keren trus ilang kerennya?), akhirnya karena ga enak minta ortu yg ada minjem duit ke orang, trus… ga dibalikin! Kalo ga kuat nahan depresi, ujung2nya bisa aja tuh masuk narkoba.

Perihal moda transportasi. Tadinya bisa ngisi bensin ato solar sendiri, sekarang ga bisa. Tadinya naik taksi, yah… masih bisa diakalin lah, naik ojek ato angkot plus bus kota gitu…

Perihal moda konsumsi. Pengaruh utama adalah: turun berat badan secara tersiksa. Kenapa tersiksa? Karena tiap hari ngeliat tempat jajan enak tp ga bisa beli hi hi hi…

Nah, demikianlah pahit getir anak2 yg ortunya masuk ke tahap pensiun. Percaya deh dijamin segala urusan finansial menurun drastis. Namun sebenernya jauh2 hari hal tsb udah bisa dicegah loh…

Sekadar tips2 dariku:

  1. Nabung! Nimbun duit itu ga dosa koq. Asalkan syaratnya jangan serakah aja nimbunnya. Tujuannya adalah demi amannya melewati masa krisis hingga mulai dapet penghasilan sendiri yg bisa nutup. Besar jumlah tabungan minimum yg disarankan adalah:
    • Rp 1 jt x bulan menuju penghasilan pertama -> mobilitas rendah
    • Rp 2 jt x bulan menuju penghasilan pertama -> mobilitas sedang
    • Rp 3 jt x bulan menuju penghasilan pertama -> mobilitas tinggi
    • –> Maksudnya bulan menuju penghasilan pertama itu adalah perkiraan pribadi dari bulan pertama subsidi dipotong hingga dapet penghasilan pertama itu berapa lama. Paling aman diset minimal 2 bulan deh…
  2. Part Time! Masih ada hubungan sama nabung, tp seenggaknya kalo di sini udah mulai mikirin penghasilan dari jauh2 hari.
  3. Kurangi Gaya Hidup. Kalo bisa dijaga gaya hidupnya sekitar 1-2 tahun menjelang pensiun ortu itu mulai dikurangi deh. Kalo mo tetep tinggi mau ga mau mesti cari part time. Tujuannya ga lain ga bukan biar ga shock pas ortu pensiun.
  4. Banyak Amal. Amalnya apa aja, duit kek, karya kek, apa pun. Intinya sebaik2 mungkin sama orang sekitar. Tujuannya apa? Biar kalo pas ortu pensiun nyari duitnya lebih gampang soale kita udah biasa baik sama orang pasti gampang deh dibaik2in sama orang juga.
  5. Banyak DOA. Kayanya sih semua juga tau ye, kadang2 Tuhan ngasih mujizat kalo di saat2 kritis gitu sih ya…

Yah sekadar dikit share… biar ga kejeblos di ladang ranjau yg sama :P

Ayo… belajar mandiri!!!

Musik Mainstream vs Musik Unik

Monday, August 7th, 2006

Barusan aja kepikiran abis bikin blog yg sebelum ini.

Kenapa ya musik2 model sebangsa Secret Garden, Kitaro, Yanni, Enigma, gamelan Jawa & Bali, dll. koq nggak terlalu diminati pasar yah? Yg justru diminati pasar malah sebangsa pop, rock, jazz, dll. (terlalu banyak musisinya jadi males disebutin ah).

Apa mungkin karena musik sebangsa yg baru aja disebut itu kebanyakan mikir kali ye? Wah, nggak ngerti juga sih, tp kalo diliat2 yg sebangsa ada juga koq yg cukup melejit seperti halnya Nobuo Uematsu gara2 musik Final Fantasy dan juga John Williams gara2 Star Wars dll. Secret Garden pun sebenernya seharusnya juga bisa melejit banget lewat "You Raise Me Up", tp gara2 Josh Groban punya versi sendiri jadi ya udahlah cukup puas dengan "Nocturne" sekian tahun lalu.

Tokh, hingga kini yg paling banyak mempengaruhi musik2ku ya yg di atas disebut itu. Baru beberapa minggu ini mulai teracuni sama gending Jawa yg ternyata enak juga dinikmati yah (tapi emang ga cukup ngedengerin sekali dua kali sih, mesti berkali2 baru bisa).

Secret Garden punya satu musik berbirama 10/8 & 11/8 yg bikin penasaran berjudul "Silent Wings". Penasaran aja bikinnya gimana yah? Ngitungnya kan bingung punya tuh. Ada juga yg birama 5/4 judulnya "Steps".

Nobuo Uematsu punya ciri khas progresi akord I ke VII-mol / Vm seperti halnya di "Aerith Theme", jadi bisa berkesan mengawang gitu deh…

Enigma ada satu komposisi yg asik banget yg jadi berasa kaya ngebawa masuk ke bawah sadar banget "Eyes of Truth" (agak berat emang ngedengerinnya), dan satu komposisi yg lebih simpel dan enak "Return To Innocent".

Nah, diliat2 ada juga satu jenis lagu yg bikin penasaran sampe sekarang yaitu dari Tibetan Incantantions yg mana lagunya ga ada biramanya!

Masih yg unik, "Lough Erin Shore"nya The Corrs itu kan juga rada2 ga biasa lagunya dan terbukti jadi cukup hit tuh pada zamannya meski tetep aja kalah sama lagunya yg ada vokalnya.

Trus yg unik punya juga, yah yg akhir2 ini mulai dipelajari: pentatonik Asia. Khusus bahasan soal ini liat aja di blog sebelum ini.

nikmatnya pentatonik

Monday, August 7th, 2006

Setelah lama berkutat dengan progresi2 akord modelnya Nobuo Uematsu dan lagu2 semodel Secret Garden-nya Rolf Lovland & Fionualla Sherry yg dari Norway itu baru2 ini aku ketemu satu musik yg asik punya buat digarap abis… Namanya: pentatonik.

Pentatonik itu tangga nada, artinya hanya make 5 nada dalam satu oktaf nadanya. Bandingkan dengan diatonis yg 7 nada, dan kromatis yg 12 nada.

Pentatonik itu biasa digunakan pada musik2 Asia. Makanya kalo orang denger pentatonik biasanya langsung dikaitkan sama musik oriental bangsa Cina, Jawa, Bali dan temen2nya.

Nada2 pentatonik biasanya juga ndak ngikut steman barat, tapi bisa aja kita hubung2in meskipun ga persis sama sehingga jadinya begini:

pelog (Jawa/Sunda/Bali): 7 - 1 - 3 - 4 - 5

slendro (Jawa/Bali) /salendro (Sunda) /teociu/hakka (Cina): 1 - 2 - 3 - 5 - 6

madenda : 6 - 7 - 1 - 3 - 4

Indonesia timur : 1 - 2 - 3 - 4 - 5

Meski ditulis gitu dijamin stres deh kalo ngecocokin ke alat musik barat. Nah, tiap pola gaya pentatonik tadi pun punya ciri khas masing2 juga. Misalnya gaya Hakka dan Teociu yg penuh dgn glissando (dari not satu ke not lain mengalir) di mana2 dan punya kesan indah, beda dgn slendro yg kesannya riang (meski kalo di notasi barat dianggap sama). Kalo ciri khas Indonesia timur bisa diliat justru bukan dari nadanya tp dari iringan ritmik dan cara nyanyi yg khas punya.

Pentatonik itu cenderung eksotis dan yg unik, mau dimainin kaya apa pun nada yg ditembak masuk pasti kena, beda sama diatonis ato kromatis yg mesti ngikutin kaidah harmoni macem tonika, sub-dominan, dominan, dan kawan2nya itu. Salah nembak nada udah pasti rasanya ga enak, beda sama pentatonik yg apa pun masuk pasti kena. Sekadar sedikit analisis peluang menurut kaidah matematika statistik yg berlaku. Peluang suatu nada muncul pada tangga nada kromatis adalah 1/12, pada diatonis 1/7, dan pada pentatonik 1/5, dengan demikian maka peluang terbesar dipegang pentatonik dan nada apa pun yg masuk dijamin tetep kena kalo di pentatonik.

Sekadar share mainan baru aja soal pentatonik, soale tadi sore abis jamz session sama Karina main lagu pelog sekali main langsung jadi tanpa partitur. Padahal Karina adalah seorang pianis klasik yg sehari2 berkutat dgn partitur2 biasa yg nadanya ga bisa asal masuk. Karina aja tadi sempat terheran2 karena di tempat mana pun dia main, aku masih bisa masuk dengan permainan suling Jawa yg bener2 ga mikir sedikit pun.

Setelah pentatonik Asia, kayanya gaya musik Irish dan Norway asik juga digarap bahkan dikolaborasikan.

Apapun keputusanmu…

Tuesday, August 1st, 2006

Simpel, singkat, padat, dan jelas…

Hasil obrolan tadi siang di bus kuning UI. Ada satu quote yg tiba2 teringat, "Tuhan tidak akan pernah mengizinkan cobaan lebih besar dari kemampuan manusia".

Lantas langsung aku kepikiran, kalau begitu caranya keputusan yang kita ambil dalam hidup sebesar apa pun resikonya tidak akan ada cobaan yg melampaui kemampuan kita dong. Yah, tentunya asalkan keputusan itu bukan nekad asal2an dengan maksud serakah dan hal jahat lainnya.

Selama ini aku sudah banyak mengalami kejadian2 menyeramkan tapi selalu ada saat di mana aku sadar ketika aku selamat bahwa Tuhan memang selalu menolong.

Apapun keputusanmu… Tuhan tidak akan pernah mengizinkan cobaan lebih besar dari kemampuanmu. Lakukan saja, hadapi resiko dengan berani dan Tuhan akan selalu besertamu di jalanmu.