Archive for April, 2006

pi number

Tuesday, April 25th, 2006

Pi = 3.1415926535897932384626433832795…………

can you remember it?

Reportase Perjalanan 22 April 2006

Saturday, April 22nd, 2006

22 April 2006 adalah hari Sabtu. Atas ajakan seorang sobat diskusi di FISIP UI zaman dulu, Ninin P. Damayanti, aku ikut pawai budaya dalam menentang RUU APP. Tujuanku datang bukanlah ikut pawainya melainkan untuk jepret sana sini. Ninin pun memperkenalkanku dengan Ata, kalau tidak salah Ata itu berasal dari Ratna, tampaknya entah dia hobi fotografi atau memang wartawan Bisnis Indonesia tak jelas. Ata inilah yang kemudian memberikanku 1 rol film Kodak Pro Image 100 yang sebenarnya ingin kubayar tapi kata dia "gampanglah ntar ajah…" dan setelahnya aku tak bisa menemukannya… paling nggak enak tuh ngutang nggak jelas juntrungannya.

Siapa saja yang terlihat di dalam pawai? Pawai yang pasti dipimpin oleh satu komunitas sepeda ontel (lupa namanya…) yang pasti orangnya gokil2 abiez deh ih. Agak jauh di belakangnya ada Inul Daratista, Butet Kartaredjasa, Ibu Gus Dur (sapa namanya tha?), kalau ndak salah ada juga GKR Hemas. Rombongan lain tampak pula kesenian dari Yogya, Aceh, ada pula komunitas mawar putih, barongsai, dan banyak lagi. Ketemu pula dengan seorang kawan lama, Aris alias Pak Dhe yang juga sedang jepret menjepret.

Karena capek dan terpisah dari Ata, maka aku bersama Ninin memutuskan untuk makan siang di dekat Sarinah, tepatnya di daerah warung tenda yang depan deretan ATM di masakan Padang (yang walaupun Padang namun orangnya bicara bahasa Jawa). Kami pun menunggu seorang teman lagi bernama Acun.

Berkali-kali Acun menelpon karena nyasar di Sarinah ke Ninin.

"Acun, lo di mana?" tanya Ninin.

"Gue ngadep McD, lo di mana?" kata Acun di seberang sana.

"Kalo gitu lo liat ke kanan, apa yang lo liat?"

"Cewek cewek cakep!"

Aduh!!! Untunglah Acun yang tak lain tak bukan lulusan SMU Pangudi Luhur ini bertemu jua di warung Padang Jawa tadi.

Obrol punya obrol tentang RUU APP, akhirnya menjurus kepada Playboy Indonesia. Kami sepakat kalau ada kemungkinan Playboy Indonesia edisi 2 tak akan mungkin terbit dan karenanya Playboy Indonesia 1st edition akan menjadi barang koleksi yang akan tak ternilai harganya tahun depan. Kata lain: kami tidak peduli dengan apa isinya, yang penting adalah itu barang berharga!

Petualangan mencari Playboy Indonesia dimulai di Book Universe, lt6 Sarinah. Ketika ditanya ternyata mereka tidak berani menjual Playboy Indonesia. Akhirnya petualangan dilanjutkan ke lt 5 di mana kami melihat-lihat handicraft Indonesia di mana pula kami kemudian bertemu sobat FNku, Kartika Sari Wijaya alias Tika.

Kami berpikir, sebagai toko buku internasional harusnya QB menjual Playboy Indonesia. Namun ternyata alasan yang sama yang keluar, tidak berani. Takut FPI rupanya!! Cukup lama kami di QB, tempat di mana dua teman kami bergabung, Lucia Dianawuri alias Lusi yang anak FISIP UI dan Veronica Endah Novianty yang anak FN sekaligus mudika Asisi.

Rencana berikutnya adalah hunting foto di Katedral Jakarta. Kami pun berangkat dengan bus kota di mana kami ketemu dengan pedagang asongan yang menawarkan Playboy Indonesia dengan harga Rp 140.000,- !!!

Ketika turun, Veronica Endah Novianty yang biasa dipanggil Vero, Endah, atau Novi berkomentar "Untung aku dulu sempet beli pas baru keluar, harganya masih Rp 38.000,- buat oleh-oleh FNers Medan." Sekadar catatan, FNers Medan yang dimaksud semuanya laki laki yang haus wanita. Mereka mengkoleksi Playboy Indonesia bukan karena nilai kontroversinya tapi lebih karena isinya (:P).

Perjalanan ke Katedral melewati mesjid Istiqlal di mana kami bisa berfoto narsis bersama dan sekaligus menjepret Katedral dari jauh. Ketika kami ke Katedral, kami nekat masuk untuk jepret jepret di dalam. Untung ndak ketahuan petugas, karena seharusnya ada izin khusus untuk itu.

Setelahnya kami pun pergi ke Istiqlal. Tika sempat berkomentar dalam perjalanan, "Di, itu baru pertama kalinya lho gue ke Katedral". Kami pun mengarah masuk dan karena ada tulisan yang menyatakan tas harus diperiksa aku pun menyodorkan ke Satpam Istiqlal..

"Dari mana nih dik?" tanya satpam itu.

"Dari UI pak, mahasiswa" jawabku.

"Mau ngapain? Mau foto foto?"

"Ya foto foto sekaligus sholat sih pak."

"Oh ya silakan…"

Kami pun masuk. Karena rombongan tinggal berempat yang tersisa, aku, Acun, Tika, dan Endah, dan karena batas muhrim, kami berpisah. Aku bersama Acun kemudian mengambil wudhu. Jujur aku agak lupa urutan wudhu (dulu pernah belajar) dan kata Acun "Udah… perhatiin aja…" dan aku pun mengikutinya.

Kemudian Acun pun sholat, kami pilih di lt2 karena aku mengincar foto siluet Acun sedang sholat. Sempat pula aku mendapatkan foto mimbar Istiqlal. Memang, Istiqlal adalah mesjid yang sangat megah. "Ini mesjid gede amat yak?", demikian Acun berkomentar dan aku jawab "iya…". Setelahnya kami pun sempat bernarsis ria kembali di lorong Istiqlal.

Atas ajakan Tika, aku bertiga plus Endah menyetujui ajakannya ke Plaza Semanggi untuk ketemu teman teman Tika. Acun bergerak pulang menuju Stasiun Juanda di mana Ninin dan Lusi menunggu.

Petualangan dilanjutkan dalam perjalanan menuju shelter busway Monas. Kami saling sharing tentang foto foto kami di FN (fotografer.net) dan bagaimana mendapatkan FPE serta FGPE. Plus alasan kami masing masing tercebur ke FN. Oh ya, kebetulan pula kami bertiga sudah menjadi anggota FGPE club  :) .

Petualangan kami berikutnya adalah di food plaza di Plaza Semanggi, satu mal dengan arsitektur paling ribet se-Jakarta. Ternyata aku bertemu dengan sobat lama pula, Partogi Hatorangan Sitorus, dan juga salah satu murid ekskulku, Chandra. Akhirnya pula kami kedatangan kedua teman Tika yang semuanya pria dan kulupa nama mereka (aduh, maaf ya).

Bersama Endah, aku merencanakan bagaimana jika ada hunting bersama Mudika Asisi dan Mudika Matias. Ada kemungkinan tanggal 6 Mei nanti sekaligus kedatangan kawan kami FNer dari Korea, Naim Saokky, kami akan hunting bersama dengan rute Gereja Immanuel-Masjid Istiqlal-Gereja Katedral.

Selesailah sudah petualangan kami. Namun sebelumnya tak lupa kami bernarsis ria di depan Plaza Semanggi sekali lagi. Kali ini khusus para fotografer FN. Ternyata fotografer bisa narsis juga ya :P .

Waktu menunjukkan pukul 20:30, di mana aku berjalan menuju halte Unika Atmajaya, karena aku sudah berjanji kepada seorang bernama Renata Widyasasanti alias Sasa untuk mencoba petualangan malamnya menuju rumah. Namun, rute alternatif yang aku coba, yaitu Kopaja 19 menuju Cilandak, lalu disambung angkot biru 61 menuju Pondok Labu. Saking capeknya, aku tidur sepanjang perjalanan sampai tak sadar kalau Bapakku SMS.

Akhirnya, petualangan ini berakhir pada pukul 21:30 ketika aku tiba di rumah dengan kelelahan sekali.

Penentuan Tanggal Paskah

Wednesday, April 19th, 2006

Berikut adalah versi kumplit dari artikel "Penentuan Tanggal Paskah" yang dimuat di Media Matias namun dikatakan terpotong, selamat menikmati… (btw, ternyata blog mengasyikkan juga yah :P)

"Penentuan Tanggal Paskah"

Paskah, siapakah di antara Anda pembaca yang tidak tahu perayaan apakah itu? Rasa-rasanya sebagai seorang Katolik yang meski hanya ke Gereja sekali setahun pun tahu perayaan apa itu. Jawaban Anda yang paling umum tentunya adalah perayaan Kebangkitan Yesus Kristus. Bisa jadi Anda juga mengatakan bahwa Paskah adalah puncak Tri Hari Suci atau juga Pekan Suci.

Kini, ketika ditanya kapankah Paskah itu dirayakan? Jawaban paling mudah yang mungkin Anda jawab adalah: “lihat saja kalender!” Sangatlah mudah memang untuk menemukan satu hari libur di hari Jumat yang bertanda “Wafat Isa Almasih”. Sudah barang tentu besoknya Sabtu Suci dan lusanya Minggu Paskah. Ada lagi mungkin yang menjawab, “ya… sekitar Maret atau April lah…”. Inilah dia yang akan kita angkat dalam artikel ini. Pertanyaan kapankah Paskah dirayakan memang tidak semudah pertanyaan kapankah Natal dirayakan. Natal yang pasti jatuh tanggal 25 Desember, sementara Paskah tidak tetap. Jatuhnya Paskah bervariasi di antara tanggal 22 Maret sampai 25 April setiap tahunnya.

Lalu, bagaimanakah kita bisa tahu kapan persisnya Paskah? Jawaban ini sebenarnya bisa Anda amati dengan mata kepala sendiri. Coba perhatikan langit ketika Anda baru saja selesai misa Malam Paskah. Kalau langit tidak mendung tertutup awan, Anda akan bisa menikmati keindahan bulan yang hampir bulat penuh.

Mengapa saya menceritakan tentang bulan? Bukan karena ingin memberi kuliah astronomi, tapi karena memang di sinilah kunci penentuan kapan Paskah itu terjadi. Ketentuan yang dipakai untuk Paskah Kristen adalah dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama yang terjadi setelah vernal equinox. Equinox sendiri adalah suatu titik balik matahari di mana pada hari itu panjangnya siang dan malam adalah sama. Vernal berarti musim semi. Vernal equinox berarti titik balik musim semi dan tentulah yang dimaksud di sini adalah untuk dunia 4 musim di Utara. Hari vernal equinox ini jatuh tanggal 25 Maret tiap tahunnya di Roma, Italia. Equinox yang sepadan di Indonesia jatuh pada 21 Maret, dan pada tanggal inilah saudara-saudara kita yang tinggal di Pontianak mendapatkan sensasi bayangan jatuh tegak lurus pada tengah harinya (sering diistilahkan “tidak ada bayangan yang nampak tengah hari”). Berdasarkan informasi tersebut maka dapat disimpulkan untuk tahun ini Paskah Kristen akan jatuh pada hari Minggu, 16 April 2006 dan Jumat Agung pada hari Jumat, 14 April 2006.

Paskah Kristen vs Paskah Yahudi

Saya katakan Paskah Kristen, karena setiap tahunnya sering tidak jatuh bersamaan dengan Paskah Yahudi. Sebagai informasi tambahan, Paskah Yahudi hari pertama tahun ini dirayakan hari Kamis, 13 April 2006 atau 15 Nisan 5766 menurut hitungan kalender mereka. Bagi Anda yang terbiasa melihat kalender berbasis bulan seperti halnya kalender Hijriyah yang dipakai saudara kita umat Islam, Anda akan menyadari bahwa tanggal 15 adalah hari di mana bulan purnama benar-benar bulat penuh.

Perbedaan penanggalan Paskah ini sempat menjadi perdebatan sengit pada masa awal Gereja di dunia. Umat Kristiani yang mempunyai latar belakang Yahudi meyakini bahwa peristiwa Kebangkitan ini jatuh pada hari ke-14 setelah hari pertama bulan pertama mereka mengikuti Paskah Yahudi. Bulan pertama bernama Nisan, oleh karenanya mereka merayakannya pada tanggal 15 Nisan (sistem penanggalan mereka mirip dengan penanggalan Islam, tanggal baru dimulai pada sore hari). Akibatnya, hari Paskah bagi mereka jatuh pada hari-hari yang berbeda tiap tahunnya. Mereka yang merayakan pada hari ke-14 ini diistilahkan sebagai quartodecimans.

Bagi umat Kristen dari latar belakang yang berbeda, berbeda pula cara penentuannya. Mereka ingin merayakan Kebangkitan pada hari pertama dari satu minggu, yaitu hari Minggu. Karenanya, bagi mereka Paskah jatuh pada tanggal yang berbeda menurut kalender Yahudi.

Hasil beda pendapat ini adalah sebagai berikut, gereja-gereja Timur yang lebih dekat dengan tempat lahirnya Kristen mengikuti tradisi Paskah Yahudi dan gereja-gereja Barat yang berasal dari kebudayaan Greco-Roman merayakan Paskah pada hari Minggu.

Penentuan Tanggal Paskah oleh Konsili Nicea

Tahun 325, Kaisar Romawi Timur ketika itu, Konstantinus, menyelenggarakan Konsili Nicea. Konsili ini membahas banyak masalah tentang Kristiani. Salah satu hasilnya menyelesaikan masalah Paskah dengan menyatakan bahwa perayaan Paskah seharusnya diselenggarakan oleh umat Kristen pada hari Minggu pertama sesudah bulan purnama yang mengikuti vernal equinox dan jika bulan purnama terjadi pada hari Minggu yang berakibat tumpang tindih dengan Paskah Yahudi, maka Paskah dirayakan pada hari Minggu sesudahnya. Bentrokan Paskah Yahudi dan Kristen dengan demikian dihindari. Akibatnya, para quartodecimans (pengikut tradisi Paskah hari ke-14 seperti disebut di atas) tersingkirkan.

Perhitungan tentang Paskah ini dilakukan di kota Alexandria berdasarkan kesepakatan Konsili Nicea. Pada masanya itu kota Alexandria kemudian berkembang menjadi pusat astronomi dunia.

Penentuan Tanggal Paskah pada Masa Berikutnya

Keterbatasan pengetahuan astronomi pada abad ke-4 membuat berbagai masalah dalam penentuan tanggal Paskah. Sebagai contoh, pada tahun 387 Paskah di Perancis dan Mesir berbeda 35 hari. Hal ini antara lain disebabkan masalah perbedaan sistem kalender solar (berdasarkan pergerakan matahari) dan kalender lunar (berdasarkan pergerakan bulan). Masalah lain yang juga timbul adalah kurang akuratnya kalender Julian yang dianut pada masa itu.

Reformasi penanggalan terjadi pada tahun 1582, di mana Paus Gregorius XIII memerintahkan pemotongan 10 hari pada tahun itu dan meniadakan tahun kabisat untuk tahun ratusan yang tidak habis dibagi 400. Kalender yang kita kenal sebagai kalender Gregorian ini (dan sampai sekarang masih dipakai) mengurangi kesulitan dalam penentuan tanggal Paskah. Pada akhirnya Paskah Kristen pun dirayakan bersamaan di semua tempat yang tunduk pada Takhta Suci Roma. Bagaimanapun, gereja-gereja Timur yang tidak tunduk pada Roma dan tidak mengakui kalender Gregorian menetapkan tanggal Paskahnya sendiri. Seringkali tidak sama, namun sering pula bersamaan.

Sekilas tentang Paskah Yahudi

Paskah Kristen telah kita bahas cukup panjang. Namun kita juga perlu mengenal asal muasal tradisi Paskah itu sendiri. Seperti disebut di atas, Paskah Kristen berasal mula dari Paskah Yahudi. Paskah Yahudi sendiri dirayakan pada tanggal 15 Nisan dan Nisan adalah bulan pertama dari kalender lunisolar (kalender berdasarkan matahari dan bulan) Yahudi. Bulan pertama ini selalu jatuh pada musim semi.

Kalau Paskah Kristen punya nama internasional “Easter”, maka Paskah Yahudi punya nama internasional “Passover”. Bahasa aslinya adalah “Pesach” (פֶּסַח), yang berarti “Tuhan lewat”. Paskah ini oleh orang Yahudi dikenal sebagai perayaan Roti Tak Beragi. Asal muasal perayaan Paskah ini adalah peristiwa pembebasan bangsa Yahudi dari perbudakan bangsa Mesir yang terjadi pada zaman Nabi Musa.

B. Adi Nugroho

Kesombongan

Wednesday, April 19th, 2006

Mungkin salah satu dosa terbesar saya akhir-akhir ini adalah hal ini… KESOMBONGAN. Yah, bagaimanapun cukup wajarlah saya juga manusia dan sering berbuat salah.

Kenapa saya mengungkit hal ini? Seorang teman bernama Renata Widyasasanti menjelaskannya cukup baik dalam catatan ceritanya, yaitu bahwa yang meninggikan dirinya akan direndahkan dan sebaliknya.

Nyata bahwa meninggikan diri itu memang betul akan direndahkan. Coba ingat betapa negara kita Indonesia sangat bermegah-megah ria pada tahun menjelang 1997 dan kemudian langsung kolaps habis-habisan pada tahun berikutnya. Mental secara umum dari kitalah yang menjatuhkan kita sendiri.

Oke, mungkin contoh suatu negara agak terlalu tinggi. Sekarang balik ke diri sendiri dulu, atau lebih mudahnya mungkin jika saya beri contoh. Si X punya keahlian dalam memancing, dan si Y agak kurang. Lantas si X dengan sombongnya bilang kalau dia mancing sekali ikan juga pasti nurut. Apa yang terjadi berikutnya? Si Y akan berpikiran kalau si X itu adalah orang pelit dan demikian menjauhinya.

Kenapa kesombongan bisa terjadi? Suatu hal sederhana, yaitu ‘ego’. Tiap orang memilikinya, setiap orang ingin diperhatikan. Sering kali keinginan diperhatikan inilah yang membuat seorang itu tidak terlalu percaya diri dan pada akhirnya berupaya mengagungkan sebagian kecil dari dirinya dengan maksud dipuji orang. Padahal apa yang terjadi, orang lain pun juga ingin dipuji kan? Jadi orang yang berusaha mengagungkan sebagian kecil diri itulah yang akan dikucilkan dan jatuh.

Berdasarkan diskusi dengan seorang teman yang juga Pastor, Rm. Markus Yumartana, SJ, kesombongan itu sebenarnya bisa diolah menjadi kekuatan positif. Syaratnya adalah kita punya kesadaran bahwa kesombongan itu tidak baik dan kita ingin memperbaikinya. Kesombongan ini seharusnya bisa diolah lebih lanjut menjadi kekuatan untuk lebih banyak bertindak.

Mungkin untuk sementara sekian dulu, jika ada yang ingin memberi komentar saya persilakan.

-AN-

1st blog but not 1st home page

Wednesday, April 19th, 2006

Adi ngeblog??? oh no… ikut trend lagee :P

well, gimana yah… ini adalah posting blog pertama saya. Keputusan untuk mulai memblog dibuat berdasarkan pengamatan saya atas teman-teman saya yg bercurhat ria dalam blognya. Sebenarnya, untuk blogging saya sudah pernah disarankan oleh seorang sahabat bernama Lucia Dianawuri (blognya bisa diakses di http://www.bercintadenganangan.blogspot.com/) dan juga Ninin (sorry Nin, lupa blog lo apaan).

Kenapa memblog? Satu sisi yang pasti, dijelaskan di atas: untuk curhat! Sisi lain, trend (deuh… koq bertele2 amat yah), tp ada satu sisi lagi yg tidak boleh lupa, memblog itu berarti mengasah kemampuan kita untuk menyampaikan suatu hal. Semakin kita bisa menyampaikan suatu hal secara baik, semakin baik kita bisa berkomunikasi kepada orang lain.

Blog saya pribadi mungkin tidak akan terlalu banyak bercurhat ria, tapi lebih kepada buah pikiran saya atas perenungan batin saya. Banyak hal yg saya renungkan, termasuk yg terhangat adalah masalah KESOMBONGAN. Kemungkinan saya akan menulis dengan gaya tulisan artikel karena memang saya hobi untuk membuat artikel (meski akhirnya jadi kaya tulisan resmi ga pa pa lah yaa).

Demikian posting pertama saya buat, selanjutnya terserah Anda mau nilai apa, terima kasih…

-adi-