My New Blog: My Life, My Adventure

October 9th, 2008 by steveadinegoro

http://steveadinegoro.wordpress.com

Prière de saint François

September 7th, 2007 by steveadinegoro

une prière chrétienne pour la paix…

Belle prière à faire pendant la Messe

Seigneur, faites de moi un instrument de votre paix.
Là où il y a de la haine, que je mette l’amour.
Là où il y a l’offense, que je mette le pardon.
Là où il y a la discorde, que je mette l’union.
Là où il y a l’erreur, que je mette la vérité.
Là où il y a le doute, que je mette la foi.
Là où il y a le désespoir, que je mette l’espérance.
Là où il y a les ténèbres, que je mette votre lumière.
Là où il y a la tristesse, que je mette la joie.
Ô Maître, que je ne cherche pas tant à être consolé qu’à consoler,
À être compris qu’à comprendre,
À être aimé qu’à aimer,
Car c’est en donnant qu’on reçoit,
C’est en s’oubliant qu’on trouve,
C’est en pardonnant qu’on est pardonné,
C’est en mourant qu’on ressuscite à l’éternelle vie.

Dunia dengan Tuhan, tanpa Agama

June 7th, 2007 by steveadinegoro

Sejak zaman dahulu hingga kini masih saja hal ini menjadi persoalan bagi banyak orang. Para pemeluk agama mengklaim bahwa agamanya paling benar dan menjelekkan agama lain. Mereka mengatakan bahwa Tuhan agama yg satu beda dengan agama lain, ajarannya pun berbeda, dan umat agama lain dianggap kafir. Sampai kapan hal ini harus terjadi?

Mereka lupa bahwa lebih penting membawa damai dan persatuan daripada mempersoalkan Tuhan dan ajaran. Hingga mereka pun tak sadar justru mengkafirkan diri demi membela agama. Padahal agama mana pun mengajarkan untuk tidak menyembah berhala. Karenanya bukankah yg seharusnya disembah adalah Tuhan dan bukan agamanya?

Satu hal yg cukup menarik saya temukan tadi malam. Saya mencoba mencari referensi dari 3 agama terbesar di Dunia: Yahudi, Kristen, dan Islam. Satu ramalan tentang akhir zaman cukup menarik untuk dibahas.

Umat Yahudi

Umat Yahudi menyebutkan tentang kedatangan mesias, orang (bukan Tuhan) yg akan membawa umat Yahudi kepada suatu masa kejayaan. Mesias akan mengembalikan umat Yahudi di pengungsian, membangun Yerusalem baru, membangun kembali Kuil Suci (yg dihancurkan pada tahun 70). Mesias ini adalah seorang yg karismatik dan sangat brilian sehingga di zamannya tidak ada lagi dosa dan dia berasal dari keturunan Raja Daud. Mesias ini dipercaya akan datang ketika dunia benar2 sudah sangat jahat atau sebaliknya, sangat baik.

Sekadar catatan tambahan: Umat Yahudi tidak mengakui Yesus sebagai mesias.

Umat Kristen

Umat Kristen percaya akan kedatangan kembali Yesus ke dunia dengan cara yg sama dengan kenaikannya. Dikatakan bahwa Anak Manusia akan mengadili orang yang hidup dan mati dan kerajaan-Nya tak akan berakhir. Ketika masa pemerintahan-Nya kejahatan akan musnah. Namun sebelum semuanya itu terjadi akan ada kesengsaraan, perang, dan bencana di mana2.

Umat Islam

Umat Islam percaya dengan ramalan akan datangnya Imam Mahdi yang memerintah selama 7 tahun dan membawa kejayaan kepada Islam. Imam Mahdi ini akan mendahului kedatangan Isa putra Maryam ke dunia. Dikatakan bahwa Imam Mahdi ini berasal dari garis keturunan nabi Muhammad SAW dari keturunan Fatima ra. Selama masa pemerintahannya kedamaian akan meliputi Bumi.

Sekadar Berandai-andai

Mungkinkah sebenarnya yg dimaksud mesias Yahudi itu adalah Imam Mahdi dalam Islam, di mana pemimpin terakhirnya adalah Yesus Kristus? Bagaimana pun ramalan tentang akhir zaman ketiga agama ini mengarah pada kesimpulan di mana dikatakan agamanya akan mengalami kejayaan.

Coba kita lihat, apakah mungkin bahwa Yahudi, Kristen, dan Islam mengalami kejayaan pada masa yg sama? Bersama dengan umat agama lain yg juga menang? Tampak mustahil bagi kita manusia, tapi tak ada yg mustahil di mata Yahwe, Allah Bapa, Allah SWT atau apa pun sebutan kita. Mungkin saja kita akan mengarah pada suatu masa pemerintahan surgawi yg sangat damai di mana semua orang beriman pada Tuhan dan tidak memerlukan agama karena hati nuraninya sudah bisa membimbingnya menuju kebenaran?

Salam Damai

Apakah alien itu ada?

May 12th, 2007 by steveadinegoro

Suara tembakan laser silih berganti di sekelilingku. Alien-alien itu terus saja muncul dari mana-mana. Kutembak pula mereka dengan semangat. Sial! Ternyata tembakanku meleset kemana-mana. Betul-betul perjuangan dahsyat meski aku hanya duduk sambil memegang pistolku yg terhubung kabel. Akhirnya perjuangan itu berakhir karena makhluk-makhluk itu menyerah dan tertera skorku: 9200, yg terendah di antara 5 orang 1 kelompok.

Yah, itu hanyalah sedikit cuplikan adegan di wahana Perang Bintang Dunia Fantasi kemarin. Sedikit pertanyaan menggelitik, apakah mungkin hal tersebut terjadi di dunia nyata? Ketika alien menyerbu Bumi dan manusia kewalahan seperti halnya di film War of The Worlds atau pun Mars Attacks? Ujung-ujungnya kita sampai pada pertanyaan apakah alien itu ada?

Bahasan inilah yg termasuk paling menarik hati ketika para astronom baik itu amatir atau profesional berkumpul. Bagaimana pun permasalahan ini sedikit terjawab dengan berbagai penampakan UFO di mana-mana. Namun hal ini masih bisa dibantah dan dikatakan bahwa UFO itu hanyalah gejala alam atau percobaan ilmiah rahasia pemerintah atau bahkan hal gaib semacam jin yg kebetulan nyelonong ke alam nyata. Hal terakhir ini yg nampaknya paling panas dibahas orang Indonesia.

Hingga kini memang belum pernah ada pembuktian ilmiah yg diakui global tentang adanya alien ini. Sejauh yg ada barulah sebuah rumusan bernama Persamaan Drake (Drake Equation) yg memprediksi peluang adanya makhluk cerdas dalam suatu galaksi.

Akhir-akhir ini dunia sedikit digemparkan dengan berita penemuan planet mirip Bumi di tata surya bintang Gliese 581c. Sayangnya jaraknya masih terlalu jauh untuk dijangkau oleh roket, yaitu 20,5 tahun cahaya dari Bumi. Masalah tambahan yg muncul adalah: Einstein telah membuktikan tak ada yg bisa melebihi kecepatan cahaya.

Apakah kita bisa bertemu dengan alien? Atau jangan jangan sebenarnya sudah ada banyak alien di Bumi ini seperti dalam cerita Men In Black? Bahkan mungkin mereka mengawasi kita yg menurut mereka masih primitif? Tak ada yg tahu, yg jelas berdoalah agar jika ada alien yg datang kemari, datanglah dalam damai.

Launching Blog Astronomiku

April 12th, 2007 by steveadinegoro

Silakan buka:

http://steveadinegoro.blogspot.com

Computer in my life

April 2nd, 2007 by steveadinegoro

Lanjutan seri ‘in my life’. Kali ini soal komputer. Mungkin akhir2 ini pamorku di bidang yg satu ini agak menurun drastis dibanding pada masa2 dahulu. Padahal dahulu sempat cukup jaya termasuk dalam hal membuat virus tanpa anti virus he he he…

Perkenalanku dengan komputer bisa dilacak hingga masa akhir TK. Waktu itu sekitar tahun 1987-1988, di mana untuk pertama kalinya aku berkenalan dengan sebuah barang canggih yg punya layar monitor dengan sebuah kotak besar yg bisa dimasuki 2 disket tipis ukuran 5 1/4 inci. Itulah komputer rumah pertamaku, dengan spesifikasi CGA (Computer Graphic Adaptor) 4 warna, tanpa Hard Disk, dan prosesor XT. Kalau tidak salah kecepatannya hanya 4MHz dan biasa digunakan untuk bermain Digger dan Alley Cat. Sistem komputernya pun tak lebih dari PC DOS yg berupa selembar disket.

Ketika pertengahan umur SD, aku mulai berkenalan dengan generasi komputer yg agak lebih cepat, yaitu AT 286 dengan kemampuan grafis hingga 16 warna yg dinamai EGA (Enhanced Graphic Adaptor). Inilah masa awal adanya Hard Disk yg besarnya masih dalam hitungan Megabyte. Yg membuatku kurang nyaman ketika fasilitas turbo dinyalakan adalah betapa cepatnya sang Digger bergerak. Akibatnya apa boleh buat, berdatanganlah game2 komputer lain yg lebih canggih (alasannya ada aja yah). Ketika ini pula aku mulai berkenalan dengan berbagai virus antara lain Stoned dan Michaelangelo. MS DOS mulai berkuasa di sini, dan penggunaan WordStar, Lotus 1-2-3, Dr Halo, DBase, dll mulai marak. Prince of Persia pun menjadi salah satu game favorit kala itu.

Memasuki usia SMP, komputer rumahku berubah lagi. Kini telah tersedia VGA 256 warna, AT 386 dan Hard Disk lebih besar. Sistem operasi pun beralih dari MS DOS yg hanya bisa dijalankan dengan mengetikkan berbagai syntax yg kalo salah diomelin komputer dengan kata2 "bad command or file name", menjadi MS Windows 3.1 yg berwarna warni. Walaupun kemampuan VGA 256, tp di Windows hanya bisa kelihatan 16 warna. Agak berbeda dengan ketika bermain game yg bisa sampai 256 warna termasuk halnya Prince of Persia 2.

Masa SMP ini mungkin termasuk dalam zaman keemasan awal kemampuanku dalam program komputer. Aku untuk pertama kalinya belajar secara serius pemrograman QBASIC. Yg mana termasuk di antaranya adalah (sok) membuat virus yg bahkan bisa memformat Hard Disk! Akibat dari mulai belajar pemrograman ini pula aku mulai mengutak atik berbagai register dari game2 yg ada sehingga dengan demikian berhasil mengubah berbagai nama karakternya.

Sampai dengan SMP akhir, aku sudah mengenal kecepatan komputer AT 486 hingga Pentium I. Menggunakan laptop berkekuatan Pentium I ini pula untuk pertama kalinya aku berhasil mengakses internet secara dial up 14,4kbps. Ketika itu tahun 1996 dan masih sangat langka orang yg menggunakan internet. Upgrade desktop komputer pun terjadi dari AT 386 menuju kepada sebuah prosesor baru bernama AMD K5 yg katanya secepat Pentium I. Terpasang pula modem yg lebih cepat secepat 33,6kbps dan juga tak lupa adanya CD ROM juga sistem operasi yg semakin canggih: Windows 95. Rasanya peralihan dari Win 3.1 menuju Win 95 benar2 luar biasa ketika itu. Masa SMP ini juga ditandai dengan mulai beraninya aku mengutak atik jeroan kotak CPU.

Perkembangan komputer ternyata luar biasa cepatnya sehingga pertengahan SMU pun terpaksalah diupgrade kembali. Kali ini aku yg menulis spesifikasinya meski tidak detil. Hasilnya adalah komputer berprosesor AMD K6 yg setara Pentium II. Agak sayang pada masa SMU ini aku kurang mendapat pendidikan komputer.

Masuk ke usia kuliah awal, aku mulai mengejar ketertinggalan informasi dalam dunia komputer. Terjadilah suatu kejadian cukup mengenaskan terhadap AMD K6 tersayang yg menyebabkanku beralih kepada Intel Pentium II pada tahun 2000. Itulah perkembangan terakhir dari komputerku. Komputer yg sama inilah yg menuntunku menjadi salah satu mahasiswa terbaik di Teknik Mesin tahun 2001 dalam pemrograman sehingga seisi kelas akan berkonsultasi denganku kalau ada masalah dengan komputer. Akibatnya pula pada tahun berikutnya, 2002 aku pun menjadi asisten untuk praktikum Dasar Komputer. Komputer yg sama pula untuk pertama kali merasakan kedahsyatan modem dial-up 56 kbps.

Sayangnya setelahnya aku kembali tertinggal dalam informasi perkembangan komputer. Hal ini terjadi hingga tahun 2005 di mana akhirnya aku membuat lompatan sangat besar, dari Intel Pentium II langsung loncat ke AMD Sempron 2200+ yg setara Intel Pentium 4. Berdasarkan konsultasi dengan seorang teman, untuk kali ini seluruh jeroan komputer & luar2nya benar2 mengikuti perencanaanku. Komputer inilah yg pada akhirnya merasakan kedahsyatan ADSL dari Telkom Speedy yg katanya sampai 384 kbps.

Melihat kembali ke belakang, masa2 kejayaanku untuk komputer terjadi pada masa SMP dan awal kuliah di Teknik Mesin. Itulah sebabnya tidak terlalu banyak yg kenal aku dengan hobiku yg satu ini.

Astronomy in my life

April 1st, 2007 by steveadinegoro

Masih satu seri dgn 2 blog terdahulu. Ini yg termasuk paling ngetop & kalo mbaca testiku ini termasuk yg paling mendominasi. Boleh dikata kalo kenal Adi pasti ngebayanginnya bintang2. Itulah dia, si Adi astronomi.

Astronomi ini bagiku adalah hobi, dan ini adalah termasuk hobi tertua yg masih bertahan hingga kini. Bandingkan dgn menggambar yg kemudian bergeser menjadi memfoto & musik yg baru mulai waktu masa ABG.

Well, perkenalanku dengan astronomi mungkin bisa digali hingga antara TK & SD kelas 1. Waktu itu kakakku punya buku tentang Bumi dan Alam Semesta. Yg sangat kuingat ketika pagi2 Bapakku menunjukkan (yg ndak jelas arahnya ke mana) Planet Venus & Merkurius. Sekalipun demikian hingga kini sejujurnya aku belum pernah melihat yg namanya Planet Merkurius saking dekatnya dia dengan Matahari.

Ketika pagi buta pada hari kepindahan keluarga kami ke Dili, Timor Timur, langit cukup cerah dan kami pun sempat memperbincangkan tentang kedua planet tadi. Ternyata ketika di kota Dili, kota ibukota ibukota provinsi ke-27 yg kini menjadi ibukota negara, keadaannya sangat kondusif untuk melihat bintang malam hari. Boleh dikata malam harinya hampir tanpa polusi cahaya karena Dili adalah kota kecil, dan hampir tanpa awan karena iklim Timor Timur yg gersang.

Petualangan perastronomian di Timor Timur cukup berkesan dalam di hidupku. Ketika kelas 3 aku pertama kali diajarkan oleh Bapakku membuat teleskop sederhana dengan menggunakan lup, lensa, & kardus bekas. Ketika itu pula aku ingat untuk pertama kalinya mengenali rasi2 bintang Crux, Orion, Scorpius, & Ursa Major. Ketika hampir selesai duduk di bangku SD untuk pertama kalinya aku melihat secara benar2 jelas yg namanya Bima Sakti dari daerah bernama Viqueque. Aku juga ingat pertama kalinya menyaksikan gerhana Bulan total yg membuat heboh isi kota Dili yg masih percaya takhayul.

Awal memasuki SMP aku kembali pindah ke kota Jakarta dan segera kecewa dengan kenyataan langit yg tidak secerah kota Dili plus banyak awan. Kekecewaan ini sedikit terobati ketika kelas 2 SMP aku dihadiahi teleskop Tasco F=700mm yg masih terpakai hingga kini. Teleskop inilah yg menuntunku untuk melihat langit lebih dalam. Awalnya hanya kawah Bulan yg berhasil kulihat, kemudian akhirnya berhasil mengenali ternyata bintang luar biasa terang tanpa kedip itu adalah Planet Jupiter yg ternyata punya 4 satelit. Setelahnya aku berhasil menemukan Planet Saturnus yg ternyata kelihatan cincinnya, tak lupa Planet Venus yg ternyata punya fase seperti Bulan dan justru dia menjadi terang ketika fase sabitnya. Nah, yg cukup membuatku kaget adalah satu bintang yg katanya terdekat dari Tata Surya kita, Alfa Centauri (atau Rigil Kentaurus) yg ternyata kalau dilihat dari teleskop ada 2: kemerahan & kehijauan warnanya. Sungguh pengalaman2 yg mengagumkan bagiku ketika itu.

Berbagai penemuan ini berlangsung hingga kelas 2 SMU. Kelas 2 SMU ini boleh dikata termasuk awal zaman keemasan astronomiku. Ketika terjadi gerhana Matahari sebagian 22 Agustus 1998 aku sempat membuat heboh sekolahku apalagi banyak yg ikut menyaksikan dari kameraku yg berlensa tele dan sudah difilter itu.

Akhirnya awal Maret 1999 (sekitar tanggal 3-5) aku masuk ke dalam keanggotaan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) yg waktu itu diketuai oleh Bob P. Sumitro. Entah karena keaktifanku atau kurangnya orang aku bisa terpilih jadi pengurus seksi ceramah. HAAJ ini juga bagiku merupakan organisasi yg mendorongku untuk mulai berani bicara di depan orang banyak.

Keaktifanku di HAAJ berakhir sekitar 2003. Setelahnya hanya sekadarnya di HAAJ dan memang minat terhadap astronomi agak menurun karena semakin sibuknya jadwal. Minat astronomi ini meningkat kembali sekitar pertengahan 2005 karena suatu keterpaksaan, yaitu ‘dipaksa’ mengajar ekskul astronomi di St. Laurensia (karena mereka tidak bisa menemukan pelatih lain). Tambahan dorongan adalah dari pihak Centaurus dan teman2 Himastron ITB.

Aku paling tertarik pada berbagai filosofi astronomi & perhitungannya. Astronomi juga menarik karena apa yg kita bahas termasuk mencakup asal muasal alam semesta ini yg pada akhirnya akan membuat kita terpaksa menyimpulkan pastilah ada awal dari segala awal itu yg tak lain adalah Tuhan. Boleh dikata astronomi adalah salah satu bidang yg membantu menjagaku untuk tidak menjadi seorang yg atheis atau pun seorang yg (sok) religius. Termasuk di antaranya adalah satu kesimpulan bahwa di atas agama ada Tuhan dan karenanya kita tak boleh menuhankan agama (fanatik terhadap satu agama).

Salam Astronomi!

Music in my life

March 29th, 2007 by steveadinegoro

Melanjutkan cerita dari blog sebelumnya. Musik adalah salah satu hal yg membuatku cukup dikenal di masyarakat. Banyak orang yg mengenalku sbg Adi si pemain biola, Adi si pemain gitar, Adi si komposer, dll. Meskipun sebutannya mungkin lebih banyak daripada yg visual art di blog sebelumnya, pada kenyataannya ketertarikan yg mendalam itu baru dimulai pada usia remaja.

Awalnya aku cukup senang dgn berbagai macam lagu game. Aku jg sering memperhatikan kakakku sebagai organis di Katedral Dili Timor Timur. Bapakku jg cukup mempengaruhi dgn berbagai lagu instrumentalnya. Hingga ketika aku kelas 6 SD aku punya kaset OST Beauty & The Beast yg membuatku mengapresiasi musik agak lebih. Ini menuntunku utk melangkahkan kaki dgn pasti ke Rossi Music dgn guru bernama Heru utk belajar gitar klasik. Inilah periode di mana aku belajar musik secara mendalam dgn not balok (bukan not angka!).

Ketertarikanku berkembang atas pengaruh seorang teman bernama Daniel Kurniatan yg mengenalkanku dgn partiturnya Richard Clayderman dan macam2 lagu klasik. Ketika SMP ini pula aku punya musik favorit dari Bon Jovi hingga Beethoven dan masih bertahan hingga sekarang. Masa ini pulalah aku mulai belajar memprogram MIDI. Aku juga mulai belajar mengaransemen lagu di mana lagu pertama yg berhasil aku aransemen cukup baik adalah Munchen Polka dgn penambahan violin.

Perkembangan selanjutnya adalah tahap kadang2 ngeband ketika masa SMU. Ketika SMU ini pula aku bergabung dgn Marching Band SMU 34 (yg kini sudah hilang) di mana aku sempat menjadi pemain trombone, tuba dan trumpet. Masa awal SMU ini pulalah aku membeli violin karena zaman itu aku ngefans sama yg namanya Vanessa Mae. Ketika SMU ini pulalah aku mulai mengkomposisi beberapa lagu dgn judul "Galaksi Andromeda" (cikal bakal "Khayalan Malam"), "Anyer at Night", "In Memoriam" (mengenang seorang teman mbak Endah) dan "Gerhana Bulan Sebagian" (cikal bakal "Purnama Digerhana" yg pada akhirnya juga ada puisinya). Pengaruh jazz dlm hidup bermusikku pun mulai tumbuh antara lain karena tantangan seorang teman bernama Zennis Arrochman yg sempet nyeletuk "kalo lo main lagu mesti baca partitur berarti lo ga bisa main jazz dong".

Bertahun2 tanpa bimbingan violin, pada akhirnya aku belajar memainkan violin ketika kuliah di Orkes Simfoni Universitas Indonesia Mahawaditra. Pelatihku adalah Kartika Widyastuti yg melarangku utk bermain gitar kalo mau jadi profesional di violin. Periode ini pula aku mulai mengenal banyak sekali komposisi pertengahan, barok, klasik, romantik, hingga modern.Pertengahan kuliah, ada pengaruh lain yg masuk. Tak lain tak bukan adalah j-rock atas jasa Felicia Mariza dan kakaknya Priscilla Epifania. Hal ini mengantarku utk kenal lebih dalam musik orkestrasi Jepang utamanya si oom Nobuo Uematsu.

Masa2 kuliah ini sempat diwarnai dgn kejenuhan bermusik hingga pada sekitar tahun 2005 aku mulai mengkomposisi beberapa lagu antara lain "Cycle of Life", "Beautiful Memories" (maksudnya utk mengenang kenangan indah di Timor Timur), dan beberapa penyempurnaan lagu lama termasuk "Khayalan Malam". Komposisiku aku akui agak terpengaruh oleh Secret Garden yg menjadi favoritku sejak pertengahan kuliah.

Tahun 2006 boleh dikata adalah tahun yg cukup berbunga utk kiprahku dlm musik. Berbunga dalam arti bukan hanya banyak karya tercipta tp jg karena siapa yg menginspirasinya yaitu kekasih tercinta Renata Widyasasanti. Pertama kalinya aku menulis komposisiku dlm bentuk partitur yaitu utk mengiringi tablo di Gereja St. Matias Cinere. Cukup banyak komposisiku di situ mulai dari "The Prelude", "The Getsemane" hingga theme song tiap karakter seperti halnya "Judas Theme Song" yg cukup menyeramkan. Penulisan lagu2 ini dgn sengaja berusaha utk melewati nada ’sa’ (nada ketujuh diturunkan setengah) pada lagu2 yg manis utk menggambarkan sumber inspirasi yg punya nama panggilan Sasa. Tahun 2006 ini pulalah aku masuk 12 besar karya komposisi lagu mars utk perayaan 200 tahun KAJ. Karya2ku pun cukup banyak di tahun ini termasuk pula "Morning Light", "Genesis", "Pure Heart", dll.

Entah kenapa, meskipun cukup baru dimulai tp justru dalam bidang musik inilah karya2ku justru cukup banyak terjadi.

Photography, Drawing & Painting in my life

March 29th, 2007 by steveadinegoro

Terjemahannya: Fotografi, Menggambar, & Melukis dalam hidupku. Sudah sejak lama banyak orang yg mengenalku sebagai Adi si fotografer, cukup banyak juga yg mengenalku sebagai Adi si tukang gambar, dan hampir tidak ada yg menyebutku sebagai Adi si pelukis. Kali ini aku mau cerita sedikit tentang ketiga hal ini dalam hidupku.

Sebenernya menggambar adalah hobiku yg paling utama sepanjang awal hidupku. Ketika TK aku pernah bercita2 jadi pelukis. Tokh banyak di antara karyaku ketika awal2 SD yg dapat pujian entah itu dari ortu, sodara, guru, teman, atau yg lain.

Pada akhirnya semua pujian itu mengantarkanku kepada prestasi juara 3 lomba menggambar tingkat SD seprovinsi Timor Timur (waktu SD aku di Timor Timur). Ini terjadi ketika aku masih kelas 2 SD dan berhasil mengalahkan pesaingku yg kelas 6 SD. Kalo sekarang aku kasih judul gambarku waktu itu pasti aku beri judul "Rusa di Taman". Karena memang hal itulah yg menginspirasiku. Ceritanya begini, sebelum mulai lomba, Mario si penjaga sekolah sempat berurusan dgn rusa yg hampir menyeruduknya di taman itu.

Ketika kelas 4 SD kembali aku menuai prestasi menjadi juara harapan 1 alias juara 4. Inilah kali pertama aku mendapat hadiah berupa uang dlm bentuk Tabungan Kesra dari Bank Danamon. Besarnya cuma Rp 30.000,- (jumlah yg setara dgn nilai sekitar Rp 200.000,- saat ini). Pertama kalinya pula di kelas 4 SD ini aku belajar utk melukis ‘oil on canvas’ atas pengaruh kakakku yg ketika itu baru aja masuk SMA kelas 1.

Sayangnya ketika kelas 6 SD aku gagal dalam lomba, tapi di tahun yg sama pula aku mulai belajar untuk motret. Mungkin karena udah ada dasar komposisi dari ngegambar dan ngelukis jadi nggak gitu susah utk belajar komposisi fotografi. Kamera pertama yg aku coba adalah kamera SLR Yashica FX-D Quartz yg smp sekarang msh sering aku pake.

Ketika SMP, minatku utk menggambar berkurang cukup drastis. Sedikit2 mulai beralih ke musik. Bagaimanapun minat berfoto mulai tumbuh. Puncaknya adalah ketika di SMU aku bisa mendapat penghasilan pertama dari memotret patung St. Fransiskus Xaverius di Katedral Jakarta.

Ketika SMU ini pula aku mulai mencoba kembali melukis di kanvas. Sayangnya produksi lukisan terakhir tercatat ketika SMU kelas 3 dan hingga kini belum ada karya baru.

Masuk kuliah di Universitas Indonesia jurusan Fisika dan kemudian Teknik Mesin mendorongku utk aktif di berbagai organisasi. Nah, di berbagai kepanitiaan organisasi inilah aku paling banyak berkiprah di bidang foto memfoto. Sehingga timbullah cap Adi si fotografer.

Kiprahku sebagai fotografer sempat hilang karena mahalnya film dan baru mulai kembali ketika akhir 2005 aku beli Canon PowerShot A510 yg tak lain tak bukan adalah pocket digital. Saat2 inilah aku mulai aktif berkarya di fotografer.net hingga pertengahan 2006.

Begitulah ceritanya. Kini, tidak banyak yg kenal aku sebagai tukang gambar karena karyaku yg lebih banyak di fotografi. Biasanya teman2ku dari masa yg lalu (masa SD) yg akan menyebutku sbg Adi si tukang gambar dan teman2ku dari masa yg sekarang yg akan menyebutku sbg Adi si fotografer.

Belajar Ngelukis Lagi

March 8th, 2007 by steveadinegoro

Setelah sekian tahun lebih banyak berkutat dengan kegiatan mencari duit, foto2 dan musik sekadar iseng (meski iseng tapi sempet masuk 12 besar lomba cipta lagu mars juga hehehe…), baru2 ini aku terinspirasi untuk mencoba kembali melukis. Sekadar catatan, lukisanku terakhir berjudul "Dawn" dibuat tahun 2000 sebelum masuk kuliah.

Inspirasinya dateng dari mana? Asal muasal ceritanya sih dari rasa penasaran soal mitologi Yunani, maka dicarilah di internet soal dewa-dewinya. Yg ketemu adalah foto patung & lukisan. Lantas teringatlah aku akan gambar2 yg pernah dibahas sama Sasa, soal imajinasi zodiak.

Pencarian berlanjut kepada nama2 berikut: Boris Vallejo & Kagaya Yutaka yg pada akhirnya berlanjut ke nama lain lagi: Luis Royo & Frank Frazetta. Nah… gambar2nya itu loh… KEREN!!! Oh ya… tp aku bilang kerennya bukan karena banyak nude art loh ya. Nude art tp kalo ngegambarnya asal2an jelek juga kali!!! Tapi yg jelas begitu ngeliat pikiran pertama yg muncul adalah… kapan ya gue bisa ngegambar sebagus gini? Komposisinya, warnanya, strukturnya, dll.

Yah… sekianlah blog curhat kali ini